Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 20 Sep 2019 22:15 WIB

TRAVEL NEWS

Dunia Butuh 39 Ribu Pesawat Baru dalam 20 Tahun ke Depan

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi pesawat komersial Airbus (Dok. Airbus)
Ilustrasi pesawat komersial Airbus (Dok. Airbus)
Jakarta - Setidaknya, diperlukan lebih dari 39.000 pesawat baru dalam 20 tahun ke depan. Ini berkaitan dengan prediksi bahwa lalu lintas udara tumbuh 4,3% setiap tahun.

Begitu laporan prakiraan pabrikan pesawat Airbus yang berpusat di Leiden, Belanda dalam rilis resmi Kamis (19/9/2019), mengenai Global Market Forecast (GMF) Airbus. Prakiraan Pasar Global Airbus untuk 2019-2038 menawarkan pandangan ke depan tentang evolusi sektor transportasi udara.

Hal di atas memperhitungkan faktor-faktor seperti pertumbuhan demografis dan ekonomi, tren pariwisata, harga minyak, pengembangan rute baru dan yang telah ada. Pada akhirnya, mereka menyoroti permintaan pesawat dalam ukuran 100 hingga 400 kursi.

Laporan GMF Berjudul 'Kota, Bandara & Pesawat' berfungsi sebagai referensi untuk maskapai penerbangan, bandara, investor, pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan lain. Lalu lintas udara diperkirakan tumbuh sebesar 4,3% setiap tahun sehingga butuh tak kurang dari 39.200 pesawat baru selama 20 tahun ke depan.

Untuk prakiraan pasar global dalam rentang 2019-2038, Airbus membahas segmentasi pesawat dalam kategori kecil (S), sedang (M), besar (L). Ada peningkatan signifikan di jumlah pesawat penumpang yakni lebih dari dua kali lipat, dari 23.000 menjadi hampir 48.000 pada tahun 2038.

Ini Prakiraan Dunia Penerbangan dalam 20 Tahun ke DepanFoto: (Dok. Airbus)


Pertumbuhan armada lalu lintas udara itu membutuhkan 550.000 pilot dan 640.000 teknisi baru. Pada 2038, dari perkiraan 47.680 armada, sejumlah 39.210 adalah armada baru dan 8.470 lainnya adalah yang lama.

Armada baru akan lebih hemat bahan bakar, dari Airbus yakni generasi terbaru dari A220, A320neo Keluarga, A330neo dan A350. Airbus percaya sebagian besar akan berkontribusi pada pengurangan karbon dari industri penerbangan.

Mencerminkan perkembangan teknologi, Airbus telah menyederhanakan segmentasinya dalam hal kapasitas, jangkauan dan jenisnya. Misalnya, jarak pendek dengan pesawat A321 berukuran kecil (S), jarak jauh dengan A321LR atau XLR yang berukuran sedang (M).

Sedang inti pasar inti ada di A330 yang juga berukuran sedang (M). Kemungkinan pesawat yang akan terus dioperasikan oleh maskapai dalam ukuran besar (L) akan menggunakan A350 XWB.


Kebutuhan pesawat komersial menurut Airbus dalam segmen yang baru sejumlah 39.210. Itu terbagi 29.720 pesawat kecil (S), 5.370 sedang (M) dan 4.120 Besar (L). Dari jumlah tersebut, akan ada pertumbuhan sebanyak 25.000 pesawat dan 14.210 pesawat akan ganti model yang lebih baru yang menawarkan efisiensi dan keunggulan lainnya.

Tangguh terhadap guncangan ekonomi, industri penerbangan meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2000. Mereka memainkan peran kunci dalam menghubungkan pusat populasi besar, khususnya di pasar negara berkembang sebagai penyumbang penumpang tertinggi.

Saat ini, sekitar seperempat dari populasi perkotaan dunia menyumbang lebih dari seperempat PDB global. Keduanya adalah pendorong pertumbuhan utama, Aviation Mega City (AMC) terus memberi kekuatan penerbangan global.

"Pertumbuhan tahunan 4% mencerminkan sifat penerbangan yang tangguh, tahan terhadap jangka pendek
guncangan ekonomi dan gangguan geopolitik. Ekonomi berkembang pesat di transportasi udara. Orang dan barang ingin terhubung, "kata Christian Scherer, Chief Commercial Officer Airbus dan Kepala Airbus International.

"Secara global, penerbangan komersial merangsang pertumbuhan dan PDB mendukung 65 juta kehidupan, menunjukkan manfaat luar biasa bagi masyarakat dan perdagangan global," imbuhnya.


Halaman
1 Tampilkan Semua

(msl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA