Dirangkum detikcom dari berbagai media internasional salah satunya ABC, Minggu (6/10/2019) pemerintah Korea Selatan menutup wilayah DMZ untuk sementara waktu. Hal itu diakibatkan adanya wabah flu babi Afrika yang ditemukan di wilayah bagian utara Korea Selatan. Sejak bulan September 2019 kemarin, wabah flu babi Afrika ditemukan di suatu peternakan di Kota Paju, Provinsi Gyeonggi.
Diyakini, flu babi tersebut masuk dari China lalu ke Korea Utara hingga sampai ke Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan bergerak cepat untuk mengantisipasi penyebaran wabahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BACA JUGA: Mengintip Korea Utara dari Perbatasan
DMZ sendiri sudah dikenal sebagai destinasi wisata terpopuler di Korea Selatan. Inilah wilayah perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara yang dijaga setiap hari oleh tentara-tentara dari kedua negara.
Korea Utara terlihat dari DMZ (Amalia Dwi Septi/detikTravel) |
Bagi turis yang ke Korea Selatan, mereka yang datang ke DMZ akan merasakan sensasi menginjakan kaki di perbatasan dua negara tersebut. Tentara Korea Utara pun terlihat di sana, yang tentu jadi pengalaman berkesan.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan DMZ akan dibuka kembali. Turis diminta bersbar, sembari melakukan pencegahan terhadap flu babi saat melancong ke Korea Selatan seperti rajin mencuci tangan, menjaga pola makan, memakai masker, dan melakukan vaksinasi.
"Sudah ada ribuan turis yang batal ke DMZ karena adanya flu babi," kata pemandu wisata DMZ, Erica Kim kepada ABC.
(aff/aff)












































Korea Utara terlihat dari DMZ (Amalia Dwi Septi/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang