Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 08 Okt 2019 15:50 WIB

TRAVEL NEWS

Pengelola Wisata Bali Sesali Tindakan Viral Petugas Money Changer

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Ilustrasi rupiah (Foto: Muhammad Ridho/detikcom)
Ilustrasi rupiah (Foto: Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Video petugas money changer di Bali yang dimarahi pemandu wisata (guide) lokal atas dugaan menipu turis mancanegara sedang viral. Tindakan si petugas pun amat disesalkan

Video berdurasi sekitar satu menit itu menunjukkan guide yang memakai topi dibalik sedang memarahi petugas money changer yang berada di dalam bilik. Pemandu wisata itu meminta uang turis asing dikembalikan sepenuhnya karena dugaan kecurangan.

"Kita setengah mati lho bangun reputasi Bali. Balikin cepet 300 euronya balikin dulu," tegas pemandu wisata tersebut seperti dikutip detikcom, Selasa (8/10/2019).




Menanggapi video tersebut, Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Partha Adnyana menyesalkan indikasi kecurangan dari petugas money changer. Dia pun berharap wisatawan bisa menukar uangnya di tempat-tempat penukaran uang yang resmi.

"Kan itu dulu sering ya, sekarang mulai berkurang karena wisatawan jarang bawa uang cash. Imbauan di airport kita sarankan menukar di bank resmi, banyak di Kuta terutama memang itu yang memperburuk banget tapi saran kita menukar uang di tempat resmi. Mending ditertibin sama lingkungan, desa adatnya, polsek," ujar Agung saat berbincang via telepon.

Hal senada juga disampaikan Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agents (ASITA) Bali I Ketut Ardana. Ia mengatakan, keramahan dan kejujuran merupakan kunci pokok dari pariwisata.




"Dalam dunia pariwisata hospitality dan honesty menjadi kunci keberhasilan Pariwisata selain keamanan. Oleh karena itu semua komponen pariwisata wajib melaksanakan itu semua," harapnya.

Ardana pun meminta semua pihak untuk bisa menjaga branding Bali sebagai destinasi wisata terpercaya. Dia mengajak semua pihak untuk bergotong royong menjaga dan melestarikan Pulau Dewata.

"Maka jika destinasi itu tetap kita bisa jaga keamanannya, masyarakatnya tetap ramah dan welcome terhadap wisatawan dari manapun, memberi pelayanan yang baik, profesional, ramah dan tentu harus jujur baik di money changer maupun di tempat lain seperti di resto, toko souvenir, atraksi wisata dsb," pesan Ardana.




Simak Video "Halmahera Selatan Butuh Money Changer"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA