Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Okt 2019 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Arab Saudi Terbuka buat Turis, Orang Amerika Mau ke Sana?

Afif Farhan
detikTravel
Arab Saudi punya bentang alam yang menawan (Facebook /Visit Saudi)
Arab Saudi punya bentang alam yang menawan (Facebook /Visit Saudi)
Jakarta - Arab Saudi mulai terbuka untuk turis dunia, khususnya bagi yang bukan muslim. Apakah Arab Saudi memiliki daya tarik buat turis-turis dari Amerika Serikat?

Arab Saudi mengejutkan dunia dengan membuka diri untuk pariwisata. Akhir bulan September 2019 kemarin, Arab Saudi mengeluarkan visa khusus turis untuk 49 negara. Visa itu berlaku selama satu tahun dengan banyak entri. Turis pun bisa tinggal hingga 3 bulan (sekitar 90 hari) per entri.

49 negara yang mendapat visa khusus ini notabene merupakan negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Sebut saja seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, dan China.

Tak sampai di situ, Arab Saudi juga sedang mengerjakan mega proyek pariwisata. Pembangunan besar-besaran resort mewah sampai kota buatan sedang digarap di kawasan pesisir Laut Merah.

FOKUS: Kejutan Pariwisata Arab Saudi

Pembangunan resort di kawasan Laut Merah (CNN Travel)Pembangunan resort di kawasan Laut Merah (CNN Travel)

Dilansir detikcom dari media AS, USA Today pada hari Rabu (9/10/2019), mereka memberi judul artikel Saudi Arabia: As kingdom opens up to tourists, will people visit?. Tentu yang dimaksud adalah, apakah turis AS bakal liburan ke sana?

USA Today menulis, Arab Saudi punya berbagai masalah dalam negeri yang sudah jadi topik panas. Beberapa di antaranya pembunuhan Jamal Khashoggi, menolak hak LGBT, membatasi kebebasan berpendapat dan soal ketatnya hak-hak perempuan.

Lewat pariwisata, Arab Saudi seolah ingin menghilangkan citra-citra buruk tersebut. Arab Saudi mau mengubah stigma baru, bahwa kini mereka mulai terbuka untuk turis dunia termasuk bagi yang bukan muslim.

"Suatu hari saat minyak habis, apa yang bisa jadi pemasukan bagi Arab Saudi? Pariwisata adalah jawabannya," ujar Rich Harrill, profesor dari School of Hotel, Restaurant and Tourism Management pada University of South Carolina.

BACA JUGA: Arab Saudi Ikuti Dubai: Turis Boleh Berbikini di Pantai

Rich Harrill menjelaskan, sejatinya turis akan suka berpergian ke tempat-tempat yang baru atau belum terkenal. Khususnya Arab Saudi, bagi orang Amerika sendiri negara itu bak 'misteri'.

"Akan ada turis dari Amerika yang datang ke Arab Saudi karena itu merupakan hal baru," terangnya.

Ilustrasi turis di Arab Saudi (iStock)Ilustrasi turis di Arab Saudi (iStock)


BACA JUGA: Arab Saudi Izinkan Turis Bukan Muhrim Menginap Sekamar

Meski begitu, pemerintah AS mengingatkan warganya yang mau liburan ke Arab Saudi. Asal tahu saja, AS punya daftar negara-negara yang berbahaya untuk dikunjungi dengan skala nomor 1-4 (nomor 4 paling berbahaya). Arab Saudi berada di nomor 2.

Artinya, warga AS yang mau ke Arab Saudi harus selalu waspada. Beberapa bahaya di sana yang dijelaskan oleh pemerintah AS adalah terorisme, ancaman serangan drone, dan rudal. Wilayah perbatasan Arab Saudi dengan Yaman pun harus dihindari karena adanya perang sipil.




Simak Video "Respons Twitter Ada Mantan Karyawannya Dituduh Memata-matai "
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA