Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Okt 2019 16:50 WIB

TRAVEL NEWS

Pemandu Wisata Bali Sesalkan Penipuan Berkedok Money Changer

Bonauli
detikTravel
Ilustrasi Money Changer (Selfie Miftahul Jannah)
Ilustrasi Money Changer (Selfie Miftahul Jannah)
Jakarta - Aksi marah-marah pemandu wisata ke petugas money changer guna membantu wisatawan asing di Bali sedang viral. Sang pemandu wisata pun menyesalkan kedok penipuan di money changer.

Seorang pemandu wisata di Bali, Bonik Ingunau, viral karena marah-marah di sebuah money changer. Bonik marah karena kostumernya ditipu oleh sebuah money changer di kawasan Kuta.

"Hal seperti ini sudah sering terjadi di Bali. Tapi pihak yang harusnya mengamankan seperti membiarkan penipuan ini," ujar Bonik kepada detikcom, Rabu (9/10/2019).

Dalam video yang viral, Bonik dengan jelas menuturkan bahwa dirinya dan teman-teman pemandu lain, bersusah payah membangun wisata di Bali. Namun adanya penipuan ini bisa menghancurkan Bali.




Bukan cuma wisatawan asing, wisnus pun seringkali ditipu oleh money changer. Menurut Bonik, ada beberapa cara agar terhindar dari penipuan ini.

"Yang paling sering itu karena tergiur dengan rate yang tinggi. Sekarang gini, kalau usaha pasti maunya untung, kalau ratenya tinggi, untungnya dari mana?" ungkap Bonik.

Beda rate yang ditawarkan oleh beberapa money changer memang menggiurkan. Dari pengalaman Bonik, biasanya rate rata-rata penipuan bisa lebih tinggi Rp 1.000 dari yang ditawarkan bank.




"Selain rate yang tinggi, biasanya tempatnya juga tidak meyakinkan. Hanya kaya etalase kecil gitu aja," ujar Bonik.

Money changer dengan bangunan seperti booth bisa dibilang menjamur di Bali. Padahal izin surat usahanya pun patut dipertanyakan.

"Yang terakhir itu kecepatan tangan. Mereka akan menghitung berkali-kali di depan kita sampai yakin. Begitu mau diserahkan, uangnya akan dikurangi dengan cepat," tutur Bonik.




Seperti bermain sulap, wisatawan seringkali terkecoh dengan trik ini. Mereka akan dibuat lengah sambil ngobrol dan diyakinkan bahwa uang tersebut sudah sesuai kesepakatan.

Padahal begitu diserahkan ke tangan wisatawan, uang tersebut dijatuhkan atau disembunyikan dengan cepat. Wisatawan jangan mudah percaya dan usahakan untuk menghitung kembali uang yang diserahkan.

"Misalkan yang ditukar 4 juta, uang tersebut biasanya dibagi jadi satu juta, satu juta. Sewaktu digabungkan, uang tersebut dijatuhkan atau pakai trik," jelas Bonik.

Bonik juga menambahkan bahwa pembiaran ini tidak seharusnya terjadi. Ia menyesalkan pihak berwenang yang seolah tutup mata dengan penipuan ini. "Lama kelamaan nanti imej jelek ini akan terbentuk dan menghancurkan Bali," tutur Bonik.



Simak Video "Ajarkan Budaya Menabung Sejak Dini, BRI Buka BRILink di Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA