Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Okt 2019 06:30 WIB

TRAVEL NEWS

Kenapa Air Laut Asin?

Bonauli
detikTravel
Kenapa Air Laut Asin? (Foto: Thinkstock)
Kenapa Air Laut Asin? (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Laut masih menjadi misteri bagi penduduk Bumi. Dari luasnya laut, hanya 2 persen yang pernah dijelajahi. Yang paling sering ditanyakan, kenapa air laut asin?

Sebagian besar bumi ditutupi oleh air laut, sekitar 71 persen. Ini mengapa lautan menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dengan manusia.

Tak kenal, maka tak sayang. detikcom ingin mengajak detikers untuk mengenal lautan supaya makin cinta bumi. Mari mulai dengan pertanyaan paling sederhana, kenapa air laut asin?

National Ocean Service, sebuah departemen Kelautan dan Atmosfer Administrasi Amerika Serikat (NOOA), memberikan jawaban atas pertanyaan "mengapa air laut asin?" tersebut melalui website resminya. Seperti yang diintip detikcom, air laut tidak begitu saja asin.




Menurut penelitian, laut dulunya adalah air tawar. Rasa asin yang dimiliki laut datang dari batuan di daratan. Kok bisa?

Jadi, ini bermula dari air hujan yang jatuh ke bumi. Hujan yang jatuh mengandung beberapa karbon dioksida terlarut dari udara di sekitarnya.

Karbon dioksida yang larut dalam air akan membentuk asam karbonat. Asam karbonat menyebabkan air hujan menjadi sedikit asam. Saat hujan jatuh di batu, asam karbonat akan mengikisnya. Proses ini akan menghasilkan ion atau partikel atom yang bermuatan listrik.

Kenapa Air Laut Asin?Kenapa Air Laut Asin? (Foto: Johanes Randy/detikcom)

Ion-ion ini akan terbawa ke sungai dan terus sampai laut. Ion-ion ini dibutuhkan oleh organisme laut untuk hidup. Namun, tak semua ion digunakan oleh biota laut. Banyak juga ion yang larut dalam air, sehingga menghasilkan konsentrasi yang tinggi di lautan.

Dua ion yang paling umum di air laut adalah klorida dan natrium, begitu pula dengan sodium. Sodium dan klorida inilah yang membuat rasa asin di lautan.

Konsentrasi garam di dalam laut atau salinitas, rata-rata sekitar 35 bagian per seribu. Artinya, 3,5 persen dari berat air laut adalah garam terlarut.

Kalau diibaratkan lagi, garam di lautan akan membentuk lapisan yang lebih dari 153 meter atau sekitar gedung 40 lantai jika diangkat ke daratan.




Jangan lupa, lautan juga punya ekosistem yang luar biasa. Di bawah laut saja, ada gunung vulkanik dan lempeng yang terus menerus aktif. Mineral yang dihasilkan juga membantu proses penggaraman air laut.

Kembali ke penjelasan awal bahwa dahulu kala laut adalah sekumpulan air tawar. Lantas, bagaimana kalau sekarang air laut dibuat kembali tawar?

Air laut tanpa garam adalah mimpi buruk. Lautan yang berubah menjadi air tawar akan mempengaruhi kehidupan ekosistem laut, cuaca, dan temperatur bumi.

Biota laut sudah berevolusi untuk bisa mengkonsumsi air garam. Fotosintesis yang biasa dilakukan oleh karang dan tumbuhan sangat tergantung dari karbon dioksida lautan. Tanpa karbon dioksida, oksigen tak bisa dihasilkan. Otomatis, manusia akan sangat kesulitan untuk bernapas.

Kenapa Air Laut Asin?Kenapa Air Laut Asin? (Foto: Ria Rahmawati/d'Traveler)

Itu masih belum seberapa. Garam di lautan tak cuma sekedar asin, tapi juga memberikan perbedaan massa jenis air atau densitas yang berpengaruh pada arus.

Air laut yang hangat akan mengandung lebih banyak garam. Arus yang disebabkan oleh perbedaan densitas akan membawa air laut hangat sampai ke utara bumi. Sedangkan air laut yang dingin akan menjelajah ke area selatan.

Tanpa adanya garam, akan membuat suhu bumi kacau. Bumi bisa jadi ekstra dingin atau superpanas. Badai akan lebih sering terjadi dan mematikan. Warga bumi akan mati karena kelaparan atau bencana. Bumi tak akan mampu untuk menumbuhkan berbagai tanaman.

Walau terlihat sederhana, tetapi garam di lautan sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Ini mengapa lautan haruslah dijaga dan dipelihara. Nah, sekarang sudah tahu kan kenapa air laut rasanya asin?


(bnl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA