Dony mengatakan keberadaan spot-spot paralayang di Sumedang menjadi perbedaan dari wilayah lainnya di Jabar. Sehingga, potensi tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan penggemar olahraga ekstrem.
"Harapan saya ke depan, ekosistem sport tourism benar-benar terbentuk sebagai diferensiasi bahwa Sumedang benar-benar 'surganya paralayang dunia'," kata Dony melalui siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (26/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom |
"Kita sangat mengharapkan respon positif masyarakat setelah berakhirnya even ini, termasuk bagaimana atlet Sumedang turut terpacu untuk membuka latihan paralayang (bagi masyarakat umum) atau membuka coaching clinic," ungkap dia.
"Sekarang banyak (warga) di mana-mana mengunggah dan mem-posting, serta menyebarluaskan kegiatan paralayang ini. Ke depannya jelas ada tempat latihannya, ada pelatihnya, ada orangnya (yang mau berlatih atau mencoba). Ekosistem ini tumbuh bersama-sama komunitas untuk mewujudkan 'surga paralayang' ini," tutur dia.
Dony mengaharapkan even tersebut berdampak terhadap capaian sasaran kegiatan yang ditetapkan.
"Melalui kegiatan ini setidaknya ada tiga hal yang ingin kita raih. Pertama sebagai sarana konsolidasi budaya. Kedua sebagai promosi wisata. Ketiga sebagai pendorong roda ekonomi masyakarat," ujar Dony.
(mud/msl)












































Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom
Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura