Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Okt 2019 16:06 WIB

TRAVEL NEWS

Apa Iya Masalah di Bandara Husein Sastranegara Salahnya Kertajati?

Tri Ispranoto
detikTravel
Bandara Husein Sastranegara (Avitia Nurmatari/detikcom)
Bandara Husein Sastranegara (Avitia Nurmatari/detikcom)
Bandung - Bandara Husein Sastranegara tak seramai sebelumnya usai pemindahan rute penerbangan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, sehingga memunculkan klaim telah berkontribusi pula pada turunnya angka kunjungan wisatawan. Benarkah demikian?

Terkait itu, Dishub Jabar minta Disparbud Kota Bandung untuk mengkaji kembali mengenai klaim penurunan wisatawan yang diakibatkan penataan penerbangan Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, dan Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka.




Kadishub Jabar Hery Antasari mengatakan, permintaan Disparbud Kota Bandung agar seluruh penerbangan dikembalikan ke Husein Sastranegara bukan lagi menjadi opsi. Sebab hal itu sudah menjadi kesepakatan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan PT Angkasa Pura II.

"Selama ini yang Bu Kenny (Kadisbudpar Kota Bandung) jadi acuan penurunan jumlah wisatawan sampai 150 ribu. Nah, saya ingin tanya balik apakah ada kajian atau survei mengenai hal itu yang diakibatkan langsung oleh penataan rute penerbangan Husein dan Kertajati (BIJB)?," ujar Hery pada detikcom via telepon, Selasa (29/10/2019).

Hery mengatakan, selama ini kesepakatan yang terjadi adalah Bandara Husein Sastranegara tetap melayani penerbangan internasional seperti Malaysia dan Singapura. Bahkan kini ada penambahan untuk tujuan domestik seperti ke Banyuwangi. Sementara, BIJB juga melayani sejumlah penerbangan yang tidak ada di Bandara Husein Sastranegara dan itu diyakini sebagian besar penumpang bertujuan ke Kota Bandung.



"Kalau wisatawan domestik kebanyakan itu (perjalanan) darat bukan udara," kata pria yang juga mantan Kepala Bappelitbang Kota Bandung itu.

Menurutnya hal-hal tersebut perlu dicermati dan dikaji kembali kaitannya apakah penataan rute Bandara Husein Sastranegara dan BIJB yang dimulai pada Juli 2019 ini berdampak langsung pada penurunan jumlah wisatawan atau tidak.




"Sekarang ini kan masih low season, kedua masih ada kebijakan yang belum landai mengenai tingginya harga tiket pesawat dan itu dirasakan bukan hanya oleh Bandung tapi Bali dan juga Yogyakarta menurun. Jadi saya pikir relevansinya perlu dicermati lagi," ujarnya.

Pihaknya berharap hasil kajian dan survei mengenai hal tersebut bisa segera diberikan oleh Disparbud Kota Bandung. "Cermati lagi, kaji lagi, apakah betul ada kaitannya. Dan mohon kami diberi masukkan kalau memang ada kaitannya. Itu juga akan jadi dasar kami untuk mendorong (kebijakan) ke pemerintah pusat," ujar Hery.




Simak Video "Sepinya Bandara Bandung Setelah Penerbangan Dialihkan ke Kertajati"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA