Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 31 Okt 2019 09:30 WIB

TRAVEL NEWS

U Fangnan O, Aku Sayang Kamu Hutan Bakau Dian Darat

Mustiana Lestari
detikTravel
Foto: Didik Dwi Haryanto
Foto: Didik Dwi Haryanto
Maluku Tenggara -

Kekayaan bakau dengan beragam satwa di Kepualau Kei Kecil, Maluku Tenggara, kini makin serius dikelola oleh desa sebagai potensi wisata. Bukan hanya Desa Rumadian yang memanfaatkan hutan bakau untuk menggaet wisatawan, Desa Dian Darat pun turut serta. Namun yang ditawarkan berbeda konsep dan tak kalah menarik.

Istimewanya, bukan cuma perangkat desa yang membangun desa wisata ini, melainkan juga para pemuda.

"Kita punya latar belakang ingin menjaga kelestarian lingkungan. Kita punya misi pemberdayaan masyarakat. Dengan dibukanya usaha begini masyarakat diberdayakan untuk bekerja di sini dan mengurangi pengangguran dan bisa bekerja di sini untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sini," jelas pengelola wisata Dian Wakat, Nickson Meturan, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

U Fangnan O, Aku Sayang Kamu Hutan Bakau Dian DaratFoto: Mustiana Lestari

Hasilnya memang lumayan, di awal pembukaan saja, masyarakat yang datang membeludak. Apalagi tempat wisata ini penuh dengan spot instagrammable. Di antara rimbunnya pohon bakau, dibangun jembatan berwarna warni, masuk ke dalam ada kafe serta aula yang cukup untuk tempat berkumpul. Tak kalah menarik dan paling digemari adalah rumah pohon bertuliskan U Fangnan O atau artinya aku sayang kamu.

"Selesai peresmian satu bulan berjalan rata-rata bisa 500-an orang per hari apalagi kalau hari Minggu lebih ramai. Dengan tiket masuk 5.000, total pendapatan per bulan bisa mencapai Rp 18 jutaan," sambung Nickson.

Kendati demikian, kini ada penurunan pengunjung. Dia bersama pemuda lain pun tahu harus terus berinovasi agar masyarakat tetap sayang hutan bakau ini.

"Mungkin ke depan ada bangun beberapa tempat kita mau punya pelabuhan di depan. Tujuannya agar tamu yang mau ke Ngurtavur bisa masuk lewat sini. Sambil menunggu armada, mereka bisa dengar musik di sini kalau di tempat lain kan dermaganya saja. Jadi ke depan mau sukseskan itu agar menunjang kita punya eksistensi di sini," tutupnya.

U Fangnan O, Aku Sayang Kamu Hutan Bakau Dian DaratFoto: Mustiana Lestari

Sementara Sekertaris Ohoi atau Desa Dian Darat, Neles Kerubun, mengatakan pembangunan wisata ini sepenuhnya dari dana desa. "Dana desa untuk pembangunan ini pada 2018 sebesar Rp 326 juta dan total keseluruhan Rp 1,1 M," jelas Neles.

Berkat suksesnya pengaplikasian dana desa, kini BumDes atau BumO semakin besar pendapatannya yang ujungnya mensejahterakan masyarakat. "Kami di desa Dian Darat awalnya nggak punya pendapatan desa namun setelah beroperasi 3 bulan kami dari desa punya PAD," sambungnya.

Dia berharap kerja sama dengan pemuda desa terus berlanjut agar income desa terus bertahan. Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT klik di sini.





Simak Video "Enbal, Olahan Singkong 'Bali' Beracun di Maluku Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA