Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Des 2019 15:53 WIB

TRAVEL NEWS

Kertayasa, Desa Wisata Terbaik se-Indonesia

Usman Hadi
detikTravel
Green Canyon di Desa Kertayasa (Johanes Randy/detikcom)
Sleman - Desa Kertayasa, Kecamatan Cilujang, Pangandaran, berhasil menjadi yang terbaik dalam lomba Desa Wisata Nusantara 2019. Inilah desa wisata terbaik se-Indonesia!

Desa Wisata Nusantara 2019 diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Desa Kertayasa keluar sebagai juara setelah berhasil mengungguli 350 desa wisata se-Indonesia yang mendaftar lomba tersebut. Hasil dari penilaian juri menempatkan desa dari Pangandaran ini menjadi yang terbaik dalam peringkat penilaian desa kategori maju.

"Saya merasa haru, ada suka, ada duka, bahwa di penghujung tahun ini, di penghujung tahun 2019, kami Desa Wisata Kertayasa dapat mempersembahkan yang terbaik bagi Pengandaran," ujar Plt Kades Kertayasa, Muhtar Tajidin, kepada wartawan.

Hal itu disampaikan Muhtar usai menerima piagam penghargaan yang diserahkan Ketua Penasihat Dharma Wanita Persatuan (PWP) Kemendes PDTT, Lilik Umi Narsiyah, di Komplek Tebing Breksi Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (10/12/2019).

Kertayasa: Desa Wisata Terbaik se-IndonesiaFoto: (Usman Hadi/detikcom)




Muhtar menuturkan, Desa Kertayasa selama ini memang dikenal sebagai salah satu desa wisata utama di Pangandaran. Di antara obyek wisata andalannya seperti body rafting, camping ground, pertunjukan atraksi seni-budaya dan sektor kerajinan. Tentu yang paling terkenal di sana adalah Green Canyon.

Menurutnya, keberadaan obyek wisata tersebut telah berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kertayasa. Selain itu, keberadaan obyek wisata itu juga turut berkontribusi bagi Pendapatan Asli Desa (PADes) setempat.

"Kunjungannya (wisatawan) mencapai rata-rata di 1.500 per tahun, ada pelonjakan pengunjung di 2015 itu mencapai 8.000 pengunjung.... Sekarang pendapatan rata-rata Rp 125 juta per tahun, itu khusus dari pendapatan desa wisata," sebutnya.

Sementara itu, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Taufik Madjid, berharap melalui lomba desa wisata Nusantara 2019 ini dapat memacu desa-desa wisata di daerah lain agar lebih berkembang dan maju.

"Kita yakin dan percaya bahwa desa wisata merupakan satu bentuk dari semangat kita menjadikan desa sebagai basis dan tulang punggung ekonomi di masa yang akan datang. Basisnya di desa wisata karena paling cepat menyerap tenaga kerja," tutupnya.

Simak Video "Kampung Tajur, Desa Wisata dengan Kearifan Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA