Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Des 2019 07:40 WIB

TRAVEL NEWS

Maskapai Baru Ini Jual Tiket Mahal, tapi Ludes dalam 11 Menit

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Maskapai baru di Taiwan (Foto: STARLUX Airlines/CNN)
Taipei - Penerbangan pertama dari maskapai baru Taiwan ini disambut baik penumpang. Bagaimana tidak, meskipun mahal semua tiketnya terjual habis dalam 11 menit.

Dalam pemberitaan CNN, tiket mahal itu dimiliki maskapai terbaru Taiwan, STARLUX Airlines. Maskapai ini adalah penerbangan butik mewah pertama di Taiwan.

STARLUX akan memulai debut penerbangan pertamanya pada Januari 2020. Maskapai ini jadi pemain baru dalam 30 tahun terakhir yang mengusik duopoli pasar penerbangan di pulau itu.

Sebelas menit setelah dibukanya penjualan tiket online pada 16 Desember, maskapai yang berbasis di Taipei ini bisa menjual semua kursinya pada tiga penerbangan pertama. Rutenya dari Taipei-Makau, Taipei-Penang, dan Taipei-Da Nang.

Kisah kesuksesan maskapai mewah ini berawal pada tahun 2016, ketika Chang Yung-fa, pendiri Evergreen Group Taiwan dan maskapai penerbangan EVA Airways, meninggal pada usia 88 tahun. Hal itu memicu keributan mengenai siapa yang akan mengambil alih salah satu perusahaan yang dikelola keluarga terbesar di pulau itu.

Chang Kuo-wei (49) yang telah menjadi pemimpin EVA sejak 2013, mengklaim bahwa almarhum ayahnya telah menunjuknya sebagai penerus perusahaan induk Evergreen dalam wasiatnya. Ia adalah tokoh yang sangat dicintai di industri penerbangan, yang dikenal karena keahliannya, sang putra memiliki pengalaman bekerja untuk EVA Airways sebagai teknisi pesawat dan pilot.

Promosi Chang Kuo-wei memicu perselisihan keluarga. Satu-satunya anak dari istri kedua Chang Yung-fa, menolak dan menggesernya dari EVA.

Beberapa bulan kemudian, Chang Kuo-wei mengumumkan bahwa dia akan meluncurkan maskapai penerbangannya sendiri, STARLUX Airlines. Media lokal menyebutnya sebagai rencana pembalasan.

Antisipasi peluncuran maskapai baru baik dari EVA Airways dan China Airlines, dua maskapai utama Taiwan, telah terganggu oleh pemogokan dan konflik internal. China Airlines dan krunya mencapai kesepakatan setelah pemogokan selama seminggu di Februari 2019 sedangkan EVA Airways mengalami pemogokan 17 hari pada bulan Juli, terpanjang dalam sejarah penerbangan Taiwan.

"Ini tidak ada hubungannya dengan balas dendam. Karena hasratnya untuk penerbangan, Chang hanya ingin membangun maskapai penerbangan yang ideal yang mencerminkan gayanya setelah melepaskan diri dari belenggu Evergreen Group. Dia membangun STARLUX untuk memenuhi harapan mendiang ayahnya," kata K.W. Nieh, kepala komunikasi STARLUX.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA