"Masih ditutup. Ini masih pembenahan, masih perbaikan jalur. Belum bisa di buka untuk tahun baru," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Junita Parjanti, Kamis (26/12/2019).
Belum dibukanya kembali semua jalur pendakian tersebut, karena saat ini masih dilakukan pemeliharaan dan perbaikan jalur. Untuk pembersihan pohon tumbang di jalur pendakian sudah selesai dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (Ragil Ajiyanto/detikcom) |
Pasca kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu pada musim kemarau lalu, kondisi ikatan tanah bekas kebakaran masih belum stabil. Angin kencang yang melanda lereng gunung tersebut juga mengakibatkan pohon tumbang dan melintang di jalur pendakian.
Di awal musim penghujan ini, terdapat jalur pendakian yang tergerus air sehingga terjadi longsoran batu dan tanah. Kondisi tersebut dapat membahayakan pendaki.
Memasuki musim penghujan ini, vegetasi rerumputan di lahan bekas yang terbakar juga sedang mulai tumbuh. Sehingga, rumput-rumput tersebut agar tumbuh dulu. Pasalnya, jika terinjak-injak dikhawatirkan rusak lagi.
"Jadi mohon sabar dulu. Ini sedang kita persiapkan. Sabar dulu, Insya Allah ke depannya lebih baik, lebih safety," imbau Junita.
Selama seluruh jalur resmi pendakian Gunung Merbabu ditutup, pihak BTNGMb bersama relawan melakukan berbagai kegiatan. Antara lain, perbaikan jalur dengan membuat trap-trapan, pembuatan sodetan air, pembersihan jalur dari pohon tumbang dan penambahan papan informasi sebagai panduan para pendaki.
Bagi masyarakat dan pecinta alam yang sudah rindu Merbabu, kata dia, bisa dialihkan dengan mengunjungi sejumlah obyek wisata yang ada di kawasan lereng Merbabu. Antara lain yang ada di wilayah Kopeng, Kabupaten Semarang.
"Tempat-tempat wisata di Merbabu bisa dikunjungi, bagus-bagus," imbuh dia,
Seperti diketahui, semua jalur resmi pendakian Gunung Merbabu ditutup sementara sejak terjadi kebakaran hutan pada September 2019 lalu. Kebakaran tersebut menghanguskan 600-an hektar hutan.
Di Gunung Merbabu terdapat lima jalur resmi pendakian. Yaitu jalur Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali, jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan serta jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan serta jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
(aff/aff)













































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru