Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 30 Des 2019 16:40 WIB

TRAVEL NEWS

Populer, tapi Pendapatan Umbul Ponggok Klaten Tahun Ini Turun

Achmad Syauqi
detikTravel
Objek wisata Umbul Ponggok Klaten (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Umbul Ponggok di Klaten adalah salah satu objek wisata yang ngehits tahun ini. Di tengah popularitasnya, yang bahkan sampai diulas media dunia internasional, pendapatan pengelola Umbul Ponggok justru turun dibandingkan tahun lalu.

Pendapatan BUMDes Tirta Mandiri, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten rupanya mengalami penurunan. BUMDes yang mengelola objek mata air Umbul Ponggok yang sudah mendunia itu membukukan pendapatan sekitar Rp 13 miliar tahun ini, atau turun dari tahun lalu.


"Tahun ini kami turun (pendapatan) dari tahun 2018. Tahun ini kami paling mentok Rp 13 atau maksimal Rp 14 miliar, padahal tahun lalu sampai Rp 16 miliar," ungkap Direktur BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok, Joko Winarno pada detikcom di balai desa, Senin (30/12/2019) siang.

Joko menjelaskan, data sementara pendapatan BUMDes baru Rp 13 miliar lebih sedikit. Di sisi lain, meskipun dari sisi pendapatan secara umum turun tetapi sumbangan BUMDes ke pendapatan asli desa justru naik.


Tahun ini, sambung Joko, pendapatan BUMDes yang disetor sebagai PAD mencapai hampir Rp 1,1 miliar. Sedangkan tahun 2018 dengan omset Rp 16 miliar yang disetor cuma sebesar Rp 800 juta.

"Dulu omzetnya Rp 16 miliar lebih, tetapi kita sektor hanya Rp 800 juta karena banyak yang digunakan untuk pengembangan. Sekarang sudah efisiensi," lanjut Joko.


Selain omzet digunakan untuk pengembangan dikatakan pula bahwa ada pengaruh dari faktor situasi politik, baik Pilkades dan Pemilu, di tahun ini. Sebab menghadapi politik, BUMDes lebih fokus pada perbaikan.

Dari omset 2019, tambah Joko, perolehan dari objek mata air Ponggok masih mendominasi. Perolehan dari Umbul atau kunjungan wisatawan mencapai Rp 7 miliar.

"Tahun 2018 (dari Umbul) mencapai Rp 10 miliar tapi tahun ini hanya Rp 7 miliar lebih sedikit. Selain karena pemberitaan masalah internal, penurunan juga karena faktor Ponggok efek mendorong desa lain mengembangkan wisata air," tambah Joko.


Meskipun desa lain sudah mengembangkan wisata air, tetapi diyakini tidak akan berdampak. Destinasi Umbul Ponggok tetap akan diminati. BUMDes, kata Joko, selama ini bergerak dalam sembilan item usaha. Namun tiga item usaha di bidang pariwisata yang mendominasi setoran omzet.

Sementara untuk 2020, omzet diproyeksikan bisa melompat lagi ke angka Rp 18 miliar. Itu karena mereka akan menggarap lagi tiga item usaha, termasuk pertanian. Kades Ponggok Junaidi Mulyono mengatakan pengembangan ada beberapa yang direncanakan. Dengan demikian tidak terus bertumpu pada wisata air.




Simak Video "Dipuji Media Internasional, Ini Keindahan Umbul Ponggok"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA