Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 03 Feb 2020 05:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kapal Raib di Segitiga Bermuda, Nyaris Seabad Baru Ketemu

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Michael C Barnette on the wreck of the SS Cotopaxi searching for clues.
Foto: (Science Channel)
Jakarta -

Nyaris seabad lalu, sebuah kapal dinyatakan hilang di segitiga bermuda. Baru 95 tahun berselang kapal yang membawa 35 penumpang itu ditemukan.

Dilansir dari Travel+Leisure, New York Post, dan berbagai sumber, seorang penjelajah dan arkeolog bawah air menemukan bangkai kapal SS Cotopaxi yang hilang pada tahun 1925. Lokasinya di sekitar 35 mil laut dari pantai St. Augustine.

Pada 29 November 1925, kapal SS Cotopaxi meninggalkan pelabuhan Charleston menuju Havana, Cuba. Namun kapal ini tiba-tiba menghilang secara misterius saat melewati Segitiga Bermuda. Mayat 32 penumpang kapal pun tidak pernah ditemukan, termasuk kapal ini.

Sekitar 35 tahun lalu, penyelam sebenarnya sudah menemukan bangkai kapal di lepas pantai St. Augustine. Mereka menyebutnya sebagai 'Bear Wreck', karena saat itu tidak diketahui identitasnya.

Dalam sebuah pernyataan, Science Channel menjelaskan bahwa ahli biologi kelautan dan penjelajah bawah air, Michael Barnette menghubungi sejarawan Inggris, Guy Walters untuk menemukan kapal misterius itu.

"Walters menyisir catatan kapal di arsip Llyod's of London yang merupakan pialang asuransi untuk SS Cotopaxi, di sana, dia menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui tentang perjalanan SS Cotopaxi. Kapal telah mengirimkan sinyal marabahaya nirkabel dan posisinya pada 1 Desember 1925, dua hari setelah meninggalkan Charleston," Science Channel menjelaskan.

Foto: (Science Channel)

Berbekal informasi baru dan bekerja sama dengan penyelam bernama Al Perkins dan para ahli dari St Augustine Lighthouse dan Museum Maritim, para peneliti menyadari bahwa 'Bear Wreck' sebenarnya adalah Cotopaxi.

Douglas Myers, cucu dari kapten Cotopaxi saat itu, Kaptem Willian J Myers juga membagikan informasi ini. Douglas yang bertempat tinggal di Long Island sepakat bahwa tim akhirnya dapat menemukan kapal kakeknya yang hilang selama hampir 100 tahun, menurut Sains Channel.

Segitiga Bermuda telah lama diperbincangkan banyak orang karena banyaknya kapal yang tenggelam di perairan itu. Membentang di bagian barat Atlantik Utara antara Florida, Puerto Rico dan Bermuda. Banyak pula orang yang menyebut tempat ini 'Daerah Setan' karena lebih dari 1000 nyawa dalam 100 tahu terakhir terenggut di tempat ini, dilansir dari News Australia.



Simak Video " Raksasa Pertambangan, Sangatta"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA