Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Feb 2020 21:00 WIB

TRAVEL NEWS

Sensasi Berlayar dengan Diamond Princess Sebelum Terkena Corona

The cruise ship Diamond Princess is anchored at Yokohama Port for supplies replenished in Yokohama, south of Tokyo, Thursday, Feb. 6, 2020. Health workers said 10 more people from the Diamond Princess were confirmed ill with the virus, in addition to 10 others who tested positive on Wednesday. They were dropped off as the ship docked and transferred to nearby hospitals for further test and treatment. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Diamond Princess Foto: (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Jakarta -

Kapal pesiar mewah Diamond Princess dikarantina saat lempar jangkar di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Bagaimana para penumpang di atas kapal pesiar itu bisa bertahan untuk mengatasi kebosanan?

Diamond Princess dikarantina sejak Rabu (5/2/2020) selama 14 hari karena sepuluh penumpangnya positif virus Corona setelah dites. Hingga Kamis (13/2/2020) ini, sebanyak 175 orang positif virus Corona. Sementara itu, 78 WNI di kapal tersebut dinyatakan negatif setelah dilakukan tes.

detikTravel pernah berkesempatan untuk menaiki kapal mewah itu. Ya, ini cerita sekitar empat tahun lalu, detikTravel berlayar dengan kapal pesiar Diamond Princess pada Minggu-Jumat (19-24/6/2016) dengan rute Keelung Taipei - Kaohsiung - Hualien (Taiwan) - Yokohama (Jepang).

Ingin tahu megah dan mewahnya kapal pesiar ini beserta segala fasilitasnya?

1. Ukuran Kapal Pesiar Diamond Princess

Kapal Diamond Princess memiliki tinggi 62 meter dengan panjang 290 meter. Di dalamnya terdiri dari 18 dek/lantai dengan total 1.353 kamar buat penumpang, 736 di antaranya memiliki balkon pribadi yang menghadap ke laut. Kapal ini mampu menampung penumpang hingga 2.706 orang plus 1.100 kru kapal. Perbandingan penumpang dan kru yang 2:1 ini membuat pelayanan selalu prima.

Kapal Diamond Princess berlayar pertama kali pada 13 Maret 2004 setelah lahir dari pabrikan Mitsubishi Heavy Industries, Ltd Jepang. Kapal ini kemudian diperbaharui kembali Maret 2014 lalu di pabrik yang sama.

Kapal ini di bawah Carnival PLC, operator dari 18 kapal Princess Cruises yang melayari lebih dari 150 rute dan singgah di lebih dari 300 pelabuhan di seluruh dunia. Kapal tersebut antara lain Caribean Princess, Coral Princess, Crown Princess, Dawn Princess, Diamond Princess, Emerald Princess, Golden Princess, Grand Princess, Island Princess, Regal Princess, Royal Princess, Ruby Princess, Sapphire Princess, Sea Princess, Star Princess dan Pacific Princess.

Sementara itu, yang berlayar di kawasan Asia ada 3, selain Diamond Princess, juga Golden Princess dan Sapphire Princess.

2. 11 Restoran dan Penyusun Menu di Kapal Pesiar Diamond Princess

menu makanan di kapal pesiar Diamond Princessmenu makanan di kapal pesiar Diamond Princess Foto: (Hany/detikTravel)

Salah satu kesenangan di atas kapal pesiar mewah ini adalah: makanan. Makanan juga yang vital saat penumpang mesti bertahan dalam kapal karena karantina.

Ada 11 restoran di atas kapal pesiar ini yang siap memanjakan perut 2.700 penumpangnya. Namun, ada 5 restoran utama untuk melayani jam-jam makan utama para penumpang. Masing-masing kamar sudah diberi tahu sebelumnya, kamar berapa menuju restoran mana untuk sarapan, makan siang hingga malam.

Eits, tak cuma penumpang, kapal ini juga menyediakan menu untuk 1.100 kru kapal.

Ada delapan dapur kapal (galley) di kapal Diamond Princess. Dari 8 galley, 2 di antaranya adalah galley utama, satu untuk restoran specialty dining dan satu lagi untuk restoran buffet serta room service menu yang beroperasi 24 jam. 8 Galley itu digawangi oleh 201 tukang masak di bawah komando seorang Executive Chef.

Menunya juga sudah diatur dari kantor pusat. Ada puluhan kebangsaan dari kru kapal ini yang juga diakomodasi menunya, seperti masakan Indonesia, masakan Filipina dan Eropa, juga internasional

Kantor pusat sudah menentukan menu masa pelayaran, sesuai dengan daerah yang dilayari dan dari mana mayoritas tamu berasal. Misal, pelayaran yang detikTravel ikuti ini memiliki rute lintas Jepang-Taiwan-Jepang meliputi Yokohama-Okinawa-Keelung-Kaohsiung-Hualien-Yokohama selama 10 hari.

Pihak dapur di bawah Executive Chef menghitung agar bahan baku makanan tidak berlebihan saat muat. Maka, tamu-tamu yang datang akan dihitung berikut kebangsaannya. Dari sana, bahan makanan dipesan 2 bulan sebelumnya kepada bagian logistik perusahaan yang akan menyediakan semua bahan baku yang diminta.

Berkeliling Kapal Pesiar yang Dikarantina Jepang Imbas CoronaFoto: Nograhany Widhi K

Bila mayoritas banyak penumpang berkebangsaan Jepang, seperti masa pelayaran yang diikuti detikTravel ini, maka menu-menu Jepang seperti udon, ramen, bahkan sushi ada di restoran. Kapal punya siklus menu yang berbeda yang sudah dibuat oleh kantor pusat. Kru di bawah Executive Chef pun tinggal mengeksekusi menunya.

Beberapa kru sudah mulai menyiapkan dapur pada pukul 03.00 untuk sarapan. Meski sebenarnya, aktivitas di dapur itu berlangsung 24 jam.


3. Fasilitas Olahraga di Kapal Pesiar Diamond Princess

Berkeliling Kapal Pesiar yang Dikarantina Jepang Imbas CoronaFoto: Nograhany Widhi K/detikcom

Ada tiga kolam renang besar di atas kapal, satu di bagian haluan, dan dua di tengah dengan atap kaca dan tidak. Serta ada 8 kolam arus spa. Ada 2 spa berbayar di atas kapal yakni Izumi Bath dan Lotus Spa.

detikTravel juga mendapati lapangan basket, tenis meja hingga gym.

Ingin menikmati kapal dan angin laut, jogging atau jalan keliling dek kapal bisa menjadi pilihan. Dua setengah kali memutari dek kapal jaraknya sama dengan 1 mil atau sekitar 1,6 km. Pihak kapal sangat mengimbau penumpang berjalan keliling dek, dengan papan "Walk a Mile" di sudut-sudut kapal. Tak sampai di situ, masih terdapat program kelas Zumba fitness yang dilakukan pagi dan sore hari.

Yang menjadi favorit dan paling banyak dikunjungi, tentu saja kolam renang, terutama kolam renang di depan layar besar yang tidak ada atap kacanya. Bagaimana tidak favorit, bila di dekat kolam renang itu terdapat jejeran kursi pantai, lengkap dengan sajian film-film dari layar besar, hingga dikelilingi oleh 3 restoran gratis dengan menu burger, pizza dan ice cream. Terkadang penumpang kapal yang tidak berenang, hanya duduk di kursi malas, berjemur sambil membaca atau bahkan tidur.

4. Fasilitas Hiburan Malam di Kapal Pesiar Diamond Princess

Usai makan malam, kepadatan berpindah ke 5 tempat hiburan, termasuk lounge, bar dan teater. Di Princess Theater misalnya, menggelar beberapa pertunjukan seperti pertunjukan sulap ala David Copperfield, ada pula operet, drama dengan serangkaian nyanyian opera yang diiringi mini orkestra atau pertunjukan tunggal violis plus mini orkestra.


Demikian pula beberapa bar yang menyajikan musik live seperti jazz atau piano klasik. Ramai pengunjung!

Bila ingin santai saja, bisa nonton bioskop layar besar depan kolam renang bertajuk 'Movie Under the Star' di kursi-kursi pantai. Para penumpang benar-benar melihat bioskop di bawah bintang-bintang. Pihak kapal juga menyediakan popcorn di bar ice cream yang bisa diambil sepuasnya.

Berkeliling Kapal Pesiar yang Dikarantina Jepang Imbas CoronaFoto: Nograhany Widhi K

Para penumpang yang masih ingin bergoyang dan melek sampai pagi, bisa ke Skywalker Nightclub, klub disko dengan DJ yang menyajikan musik dengan tema tertentu, seperti '70's disco'.

Berkeliling Kapal Pesiar yang Dikarantina Jepang Imbas CoronaFoto: Nograhany Widhi K

Di Skywalker, clubnya tutup menunggu pengunjung terakhir keluar dari situ pada jam berapapun. Bisa juga menghabiskan malam di bar.

Dunia malam di Diamond PrincessDunia malam di Diamond Princess Foto: Nograhany Widhi K

5. Kegiatan Seru di Kapal Pesiar Diamond Princess

Berkeliling Kapal Pesiar yang Dikarantina Jepang Imbas CoronaFoto: CNN

Pihak kapal pesiar tak kehabisan akal membuat seabrek kegiatan untuk diikuti penumpang agar tak bosan. Setiap hari, kegiatan di atas kapal itu diinformasikan melalui buletin yang diterbitkan di kapal setiap hari. Daftar kegiatan bisa juga diakses melalui situs princess.com melalui wifi gratis yang terbatas di kapal, yang khusus untuk membuka situs itu. Denyut aktivitas dimulai dari pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 24.00.

Aneka kursus dan seminar menarik diadakan di atas kapal secara paralel. Seperti seminar tentang seni lukis modern, detikTravel mengikutinya dalam pelayaran dari Taiwan menuju Jepang pada Minggu-Kamis (19-24/6/2016) lalu. Ada pula kursus singkat musik dan tari, seperti kursus ukulele, tap dance, flamenco dan sebagainya. Di beberapa bar atau lounge, ada yang mengadakan kuis trivia atau bahkan lomba karaoke.

Ada pula perpustakaan di mana para penumpang bisa meminjam buku bacaan, juga galeri seni yang memamerkan lukisan karya seniman modern, plus lelangnya.

6. Pengolahan Limbah di Kapal Pesiar Diamond Princess

Bagaimana mereka menyediakan air bersih dan mengolah limbah di kapal Diamond Princess?

Kapal ini bisa membuat air bersih sendiri dengan 3 mesin pengolah air. 3 Mesin pengolah air itu bisa menyedot air laut dan mengolahnya melalui proses desalinasi dan reverse osmosis menjadi air bersih siap minum. Namun, ada juga air bersih yang diambil dari pemasok air saat kapal sedang sandar.

Lantas bagaimana pengolahan limbahnya? Pihak kapal sangat ketat mengolah limbah air buangan hingga benar-benar aman sebelum dibuang ke laut. Diamond Princess memiliki 2 jenis limbah air buangan, yang disebut 'gray water' yakni air sisa mandi dan dapur kapal, serta 'black water' yakni air sisa buangan dari toilet.

Pihak kapal memproses air limbah itu sampai benar-benar aman untuk dilepas di laut internasional. Satu lagi, 'black water' dari toilet, akan diproses membran yang sangat mahal namun hasil akhirnya bisa bening seperti air bersih. Tak ada air yang dilepas ke laut yang tidak diproses sampai aman dan bersih lebih dulu.

Dalam situs Princess Cruise, princess.com, bahwa pelepasan air limbah kegiatan kapal itu mengacu pada hukum lingkungan AS dan internasional. Semua kapal Princess Cruise dilengkapi dengan alat pengolah air limbah yang telah lulus sertifikasi US Coast Guard sebagai alat sanitasi kelautan yang disetujui.

Fasilitas pengolah air limbah itu biasanya menjernihkan 'black water'. Setelah diproses, air limbah yang sudah bersih dan aman itu dilepas ke laut lepas setidaknya berjarak 12 mil atau 19 km dari pantai, jarak yang disyaratkan dalam hukum. Hingga tahun 2020, 80 persen armada Princess Cruise dilengkapi dengan sistem pengolah air yang memiliki membran penyaring dan sinar ultraviolet yang menghasilkan air limbah yang aman. 'Gray water' dan 'black water' bisa dicampur dan diolah melalui sistem pengolah air limbah.

Alternatifnya, grey water bisa disimpan dalam kapal dan baru dilepaskan saat kapal keluar pelabuhan. Kemudian baru dilepaskan di laut dalam kadar yang aman sesuai dengan aturan.



Simak Video "Pemerintah Putuskan Akan Evakuasi 68 WNI dari Kapal Diamond Princess"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA