Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 01 Mar 2020 13:59 WIB

TRAVEL NEWS

Panas Virus Corona, Presiden Jokowi Masih Cari Wisman?

Bonauli
detikTravel
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat soal pusat data nasional
Foto: Andhika/detikcom
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terbaru terkait permasalahan virus Corona. Salah satunya adalah meningkatkan jumlah wisman MICE atau Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition. Lho, kok?

Segenap langkah dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona. Indonesia sendiri menyetop sementara penerbangan dari dan ke China. Langkah seperti ini sebelumnya juga dilakukan oleh negara-negara lain.

Di tengah polemik ini, wajar jika angka kunjungan pariwisata menurun tajam. Tak ada turis China, padahal mereka menjadi pemasok devisa kedua untuk pariwisata mancanegara.



Kemenparekraf bekerja sama dengan Kemenhub untuk memberikan diskon pada tiket penerbangan domestik. Harapannya penurunan turis China bisa ditutup dengan wisatawan domestik.

Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo pun melakukan Rapat Terbatas mengenai Lanjutan Pembahasan Dampak Virus Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia. Diintip detikcom dari akun resmi Sekretariat Kabinet, ada 4 hal yang jadi hasil rapat.

Di antara 4 poin, salah satunya adalah tentang pariwisata.

"Memaksimalkan kegiatan konferensi dalam negeri, MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), serta tingkatkan promosi untuk menyasar ceruk pasar wisman yang mencari alternatif destinasi wisata karena batal mengunjungi RRT, Korea, dan Jepang," tulis Sekretariat Kabinet.

Jika dilihat lebih seksama, bagian meningkatkan promosi wisman dirasa kurang pas oleh banyak netizen di kolom komentar. Mengapa?

Arab Saudi yang menggantungkan diri dari pariwisata umroh dan haji pun mengambil langkah pahit untuk menyetop sementara kunjungan ziarah. Padahal kerugiannya akan sangat terasa.

Negara Seperti Singapura juga menyetop beberapa penerbangan agar penyebaran virus bisa ditekan dan tidak menular ke negara tetangga.

Namun Indonesia justru mengambil kesempatan untuk memasukkan wisman yang batal ke RRT, Korsel dan Jepang. Tutupnya sejumlah bisa menjadi solusi bagi yang ingin tetap liburan.

Langkah ini menuai banyak komentar.

"Mohon maaf, Bapak. Di saat negara lain mengurangi jumlah wisatawan, kita malah mempromosikannya, gitu? Bukannya malah berbahaya buat negara kita, ya? Pencegahannya dgn periksa suhu wisatawan? Sudah terbukti kan kalo penderita awalnya tanpa gejala dan bisa nyebarin virus?" cuit @ferdiriva.

"Negara2 lain mengorbankan sektor ekonomi & pariwisatanya demi kesehatan warga negaranya. Tapi sebaliknya negara ini mengorbankan kesehatan warganya demi ekonomi & pariwisata. Saya sadar Indonesia adalah salah satu negara dgn populasi terbanyak, tapi semurah itukah nyawa kami?" cuit @shandya.

"Arab berani menghentikan umroh yg notabene membuat pemasukan mereka menurun secara drastis, lah kita malah mempersilahkan?" cuit @gunturPangestu_

"Pak, wisman juga pinter kali, mending stay di negaranya ngapain ambil resiko keluar negeri," sindir @Tebe131.

Unggahan ini telah dikomentari oleh 130 ribu akun dan di retweet hingga 548 kali sampai berita ini terbit.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA