Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 02 Mar 2020 14:36 WIB

TRAVEL NEWS

Dua WNI Positif Corona, Kenapa Jokowi Tetap Ngotot Tarik Wisman?

Andhika Prasetia
detikTravel
Jokowi konferensi pers soal virus corona. (Foto: Andhika/detikcom)
Jokowi konferensi pers soal virus Corona (Foto: Andhika/detikcom)
Jakarta -

Hari ini Presiden Jokowi mengkonfirmasi adanya 2 WNI yang positif virus Corona di Indonesia. Jokowi pun sempat berkomentar soal wisman.

Kabar menggegerkan diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa ada 2 WNI yang positif virus corona. Mereka diduga tertular WNA asal Jepang yang sempat berkunjung ke Indonesia.

Indonesia sendiri sudah memutuskan untuk menutup penerbangan langsung dari dan ke China. Namun, ternyata Indonesia terjangkit virus corona dari turis Jepang dan bukan China.

Pemerintah sendiri malah saat ini tengah gencar menarik wisatawan asing untuk berlibur ke Indonesia. Tujuannya untuk menyelamatkan sektor pariwisata yang sudah terhantam dari keputusan penghentian sementara penerbangan dari dan ke China.

Lalu kenapa Jokowi tetap ngotot ingin menarik wisatawan asing setelah sudah ada 2 kasus WNI yang menderita virus corona?

"Tidak, itu berbeda. Insentif itu kita berikan untuk wisatawan dari daerah-daerah yang sudah diperkirakan yang tidak jadi episentrum dari virus corona," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020)

"Saya kira sudah dihitung semuanya karena kita ingin kasus-kasusnya terselesaikan, tapi ekonomi kita juga pada kondisi yang baik dan normal. Itu keinginan kita," sambungnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto secara terpisah mengatakan, bahwa pemerintah sudah memilah negara yang menjadi target market wisatawan. Intinya dia berharap masyarakat tidak perlu bersikap paranoid.

"Wisatawan kan dari negara yang tidak terdampak. Kan tidak seluruh dunia kena, baru 54 atau 52 yang kena. Jadi kita ini hati-hati tapi tidak sampai paranoid, kita lakukan cegah tangkal yang baik sesuai prosedur. Diungkapkan tidak boleh paranoid oleh WHO," kata Terawan.



Simak Video "Menkes: Ada 16.286 Relawan Nakes untuk Hadapi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA