Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Agu 2020 19:07 WIB

TRAVEL NEWS

'Kalahkan Dulu Corona, Wisata Akan Pulih Kemudian'

Femi Diah
detikTravel
Fokus Berita Drama Penerbangan
Foto: Luthfy Syahban
Jakarta -

Traveler berpengalaman Agustinus Wibowo meramalkan pariwisata membutuhkan waktu untuk bangkit setelah dihantam virus Corona. Itu pun diawali wisata eksklusif lebih dulu.

Dunia masih bertaruh melawan pandemi virus Corona. Masih cukup banyak negara yang menutup perbatasan untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Negara-negara yang sudah membuka gerbang wisata pun belum dapat mengoperasikan wisata seperti sebelum wabah. Sejumlah aturan dibuat untuk mencegah penularan, termasuk dengan selektif menentukan asal negara turis yang diizinkan untuk pelesiran.

Agus menilai kalau pun nanti vaksin ditemukan, dunia tak akan seperti semula. Dia bilang ada sejumlah kebiasaan yang bakal terus dijalankan.

"Semua bencana besar akan menimbulkan efek yang permanen. Suatu hari kita pasti akan melewati masa pandemi ini, namun bakal ada hal-hal yang nggak akan hilang dari pandemi ini, ada bekasnya," kata Agus dalam perbincangan dengan detikTravel.

Penulis dan penjelajah Agustinus WibowoPenulis dan traveler Agustinus Wibowo Foto: (dok. pribadi)

Hal-hal permanen itu d antaranya webinar, penggunaan uang elektronik, dan tren bekerja di rumah yang bakal makin lumrah. Juga tur virtual yang kini menjamur.

Begitu pula dengan pariwisata. Agus menyatakan bisa saja nantinya turis-turis meninggalkan masker, namun kebiasaan sesuai protokol kesehatan diprediksi tak akan luntur.

"Traveling dengan masker itu transisi, sampai kapan kita nggak tahu, bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Aku rasa itu akan menjadi masa transisi dan suatu saat kita bakal balik normal lagi (tanpa masker)," kata Agus.

"Yang berubah adalah orang akan lebih perhatian ke kesehatan, melaksanakan protokol kesehatan dengan cuci tangan. Lama-lama kita akan lebih peduli terhadap hal yang dulu kita anggap lebay sekarang menjadi hal yang lumrah," dia menambahkan.

Tapi, perubahan menjadi normal itu, diyakini Agus, tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Setidaknya, hingga vaksin efektif untuk mencegah penularan virus Corona.

"Kita nggak bisa ngomong butuh waktu berapa tahun, karena kita masih hidup dalam ketidakpastian. Negara yang buka untuk turis asing pun setelah ada kasus akan tutup lagi," ujar Agus.

"Wisata yang buka lebih tersegmentasi, eksklusif buat kelas atas. Sebab, dilaksanakan dengan persyaratan yang lebih rumit. Misalnya, bisa ke pulau namun yang eksklusif, di resor dua minggu untuk karantina, barulah setelah itu bisa keluar, ke kota. Secara ekonomi ternyata turisnya nggak perlu banyak, namun duitnya banyak," dia menjelaskan.

"Wisata massal belum. Enggak akan mudah, perjalanan di saat ini juga enggak mudah. Misalnya, naik pesawat 18 jam pakai masker juga enggak enak. Karantina juga masih mahal," Agus menambahkan.

Agus memprediksi pariwisata bakal menjadi sektor paling akhir untuk bangkit lagi setelah wabah usai. Sebab, bukan hanya negara tujuan yang selektif untuk menerima wisatawan, namun negara asal juga tak akan mau berisiko dengan kepulangan warganya dari negara lain.

"Pariwisata internasional bakal lebih rumit. Ada negara yang sudah mulai membuka wisata, namun negara yang boleh berkunjung hanya negara yang kasusnya sudah turun. Tapi, belum tentu negara asal mengizinkan," kata Agus.

"Saat kita belum bisa mengalahkan pandemi ini, pariwisata akan menjadi hal paling belakang yang pulih. Memang suram, namun ini realistis," Agus menuturkan.

"Kalau kita belum bisa mengendalikan pandemi itu enggak mungkin ada negara yang mengizinkan warganya masuk negara kita. Kita perlu waktu untuk pulih," dia menegaskan.



Simak Video "InstaTalk! Agustinus Wibowo: Cinta Indonesia dari Traveling"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA