Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Mar 2020 12:45 WIB

TRAVEL NEWS

Wanita-wanita Hebat Ini Arungi Lautan Perangi Sampah Plastik

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Sekelompok Wanita Perangi Sampah Plastik
Exxpedition Round the World (Exxpedition.com)
Jakarta -

Sampah plastik telah menjadi permasalahan dunia. Diperkirakan, 8 juta metrik ton plastik masuk ke lautan setiap tahun.

Seperti dilansir dari Travel+Leisure, Jumat (6/3/2020), para ilmuwan memprediksi bahwa pada tahun 2050, akan ada lebih banyak sampah plastik dibanding ikan di laut. Masalah plastik merupakan bencana bagi lingkungan kita dan tidak akan hilang tanpa dilakukan tindakan yang serius.

Sehingga sekelompok wanita berinisiatif membantu memerangi masalah mikroplastik. Kegiatan ini dinamakan eXXpedition Round the World, yaitu pelayaran yang beranggotakan wanita dari berbagai negara. XX ganda pada kata eXXpedition mewakili lambang kromosom wanita, XX.

Terdiri dari 300 orang, para wanita yang tergabung memiliki profesi yang saling mendukung satu sama lain. Ada ahli biologi kelautan, ahli toksikologi, ahli konservasi laut, dokter holistik, insinyur, pembuat film dokumenter, instruktur yoga terkenal, desainer kemasan dan masih banyak lagi.

Foto: (Exxpedition.com)

Pelayaran yang dilewati para wanita hebat ini mencakup 38.000 mil laut dengan 30 perjalanan berbeda. Beberapa kelompok wanita akan naik ke atas kapal layar 73 'SV TravelEdge untuk mempelajari polusi plastik dan beracun di lautan.

Statistik tentang polusi plastik di lautan sangat melonjak. Tahukah traveler? Setiap plastik yang pernah dibuat masih akan selalu ada. Sampai saat ini, tercatat ditemukan setengah juta keping mikroplastik per kilometer persegi di permukaan laut.

"Kita perlu ke sana dan memahami jenis plastik apa yang ada di lautan kita, dari mana asalnya, sehingga kita bisa menghentikannya di darat," kata Direktur dan salah satu pendiri eXXpedition Round the World, Emily Penn.

Efek dari sampah plastik sangat berdampak kepada setiap spesies di bumi. Para anggota ekspedisi mengamati lebih dekat efek yang ditimbulkan dari partikel plastik terhadap kesehatan wanita. Para ilmuwan menemukan bahwa banyak bahan kimia yang ditemukan dalam plastik adalah pengganggu hormon serta dapat meningkatkan risiko kanker pada wanita dan membahayakan sistem reproduksi mereka.

Selain untuk melestarikan lingkungan dan menjauhi bahaya penyakit, eXXpedition juga bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi lebih dalam tentang apa masalahnya dan bagaimana cara membersihkannya secara efektif.

"Yang kami sadari adalah tidak ada solusi yang efektif untuk menyelesaikan masalah plastik di laut. Kami harus bekerja dari setiap sudut dari setiap sektor untuk menyelesaikan permasalahan di sini atau di darat," kata Penn.



Simak Video " Duh! 60 Kg Sampah Diangkut dari Air Terjun Moramo di Sultra"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA