Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 08 Mar 2020 19:36 WIB

TRAVEL NEWS

Maaf, Tak Ada Pesta Sakura di Tokyo Karena Virus Corona

Bonauli
detikTravel
Keindahan festival bunga sakura di Jepang seakan memudar imbas virus corona yang merebak.
Ilustrasi bunga sakura di Jepang (Foto: AP/Jae C. Hong)
Tokyo -

Musim semi sudah hampir tiba di Jepang. Ritual pesta sakura kena imbas virus Corona dan harus ditiadakan di tahun ini.

Bunga sakura menjadi ikon dari Jepang. Tiap tahunnya, selama musim semi, akan banyak wisatawan yang datang untuk melihat bunga sakura.

Menikmati bunga sakura bukan cuma incaran para turis, tapi juga warga lokal. Saat musim semi tiba, seluruh area Jepang terlihat romantis dengan kehadiran bunga sakura.



Biasanya warga Jepang akan menikmati indahnya bunga sakura dengan pesta Hanami. Kegiatan ini berupa piknik yang dilakukan di bawah pohon sakura.

Sambil menikmati bunga-bunga yang jatuh, warga Jepang akan makan siang bersama keluarga atau kerabat di bawahnya terutama di Tokyo.

Namun adanya wabah virus Corona membuat Pemerintah Jepang mengambil sebuah kebijakan untuk kebaikan bersama. Dilihat dari Sora News, Pemerintah Metropolitan Tokyo mengeluarkan pernyataan yang meminta warga untuk tidak mengadakan pesta Hanami.

Menurut pemerintah, ada baiknya setiap orang menahan diri untuk tidak makan atau minum di taman dan di tepi sungai yang dikelola pemerintah selama musim Hanami.

Kebijakan ini dikeluarkan untuk menjaga kondisi tetap kondusif dan mencegah penularan virus Corona. Situasinya, ketika Hanami digelar pasti begitu ramai oleh kedatangan warga.

Jika memang mau menikmati keindahan bunga sakura, warga diminta untuk keluar rumah dengan menggunakan masker ketika batuk dan bersin. Tentunya anjuran itu untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.

Masyarakat berharap agar kebijakan tersebut dicabut sebelum bunga sakura mekar secara penuh, yaitu tanggal 19 Maret.



Simak Video "Bunga Sakura di Jepang Mekar Lebih Cepat Jadi Penanda Perubahan Iklim"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA