Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Mar 2020 17:54 WIB

TRAVEL NEWS

Hari Kopi Nasional, Ini Ragam Sajian Kopi yang Indonesia Banget

Femi Diah
detikTravel
Hari kopi internasional di Jakarta, Kamis (01/10/2015). Pada hari ini (01/10), seluruh masyarakat di dunia merayakan hari kopi sedunia. Indonesia juga merupakan negara di yang menghasilkan biji kopi terbaik di dunia. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Daerah-daerah berbeda di Indonesia memiliki beragam cara untuk menyajikan kopi. Dari cara sederhana diseduh dengan air panas, hingga dicampur susu.

Indonesia memiliki beragam jenis kopi. Bahkan, tak sedikit yang mendunia.

Tak cuma beragam jenis kopinya, cara menyajikannya pun berbeda-beda. Masyarakat Jawa lebih senang membuat kopi hanya dengan diseduh air panas atau kopi tubruk.

Sementara itu, di beberapa daerah lain, pembuatan kopi secara tradisional bisa cukup rumit dan membutuhkan keahlian.

Untuk menandai Hari Kopi Nasional yang jatuh hari ini, 11 Maret, detikcom merangkum cara penyajian kopi di Indonesia. Berikut rangkumannya:

1. Kopi Sanger di Aceh

Kopi sanger merupakan kopi susu dengan takaran tertentu yang sangat mudah ditemui di Banda Aceh. Banyak yang bilang rasio kopi dan susunya 3-1.

Tidak ada yang bisa memastikan sejarah kopi sanger ini. Tapi, ada yang meyakini kalau kopi sanger muncul untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa di era 90-an. Karena kopi susu terlalu mahal, maka takaran susunya dikurangi.

Kendati takaran susu dikurangi, tapi kopi sanger tetap meninggalkan rasa pahit dan manis di lidah usai mencecapnya. Soal pembuatan, kopi sanger disaring lebih dulu baru kemudian dicampur gula dan susu, serta dikocok hingga berbusa.

2. Kopi Telanjang di Pontianak

Kopi telanjang disebut juga kopi keringat itu muncul karena si peracik, Engkoh Asiang, meracik kopi tanpa mengenakan baju. Dia membuat kopi dengan menyeduh air panas, mengangkat saringan kopi dan menuangkan kopi ke dalam cangkir melalui jarak yang cukup jauh.

Warung Kopi Asiang di PontianakWarung Kopi Asiang di Pontianak Foto: detikcom

Dia tak khawatir sama sekali terpercik air panas atau air tuangannya bakal tumpah.

3. Kopi Rempah di Tanjungpinang

Kopi rempah bisa ditemukan di Tanjungpinang. Itupun cuma Kedai Kopi Sekanak. Konon, kedai ini langganan para jenderal.

Untuk menikmati kopi rempah ini tak bisa sembarangan, tapi harus mengikuti aturan. Traveler bisa mulai bertahap dari kopi 7 rempah dulu, lalu naik ke level 9 rempah, dan terakhir kopi 11 rempah.

Kedai Kopi SekanakKedai Kopi Sekanak Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikcom

"Kopi Sekanak ini hasil racikan 11 rempah-rempah yang jadi sajian istimewa di istana. Maka tidak salah kalau disebut Kopinya Para Raja. Sejak 2012 kita angkat dan 2015 baru kita matangkan," kisah Datuk Wira Teja Alhabd, pemilik Kedai Kopi Sekanak di Tanjungpinang.

4. Kopi Tubruk

Kopi tubruk banyak dijumpai di rumah dan warung-warung di Jawa. cara membuatnya sangat sederhana, kopi diseduh dengan air panas. Bisa memakai gula atau susu.

Kopi semacam ini juga sering kali menjadi sajian dalam hajatan di Jawa. Di beberapa kota, takaran gulanya sering kali berlebihan. Katanya sih untuk menghormati tamu.

5. Kopi Makassar

Makassar juga memiliki banyak warung kopi. Di antara warung kopi itu, kedai kopi Phoenam yang memberikan kekhasan penyajian dan boleh dibilang mewakili cara membuat kopi di Sulawesi Selatan.

"Kopi kami diseduh bukan dengan air panas saja, namun menggunakan air sari kopi. Air sari kopi itu telah disiapkan pada subuh hari sebelumnya. Inilah yang menghasilkan kopi dengan cita rasa yang tinggi," kata Albert Liongadi, pemilik Kedai Kopi Phoenam.



Simak Video "Unik Nikmat Secangkir Kopi Terbalik ala Meulaboh"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA