Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 17 Mar 2020 08:46 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Liburan 'Neraka', dari Kapal Pesiar Mewah ke Pusat Karantina

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Sakata; Japan - 30 Sep 2019 : Tourist are Boarding the Diamond princess cruise in Sakata port; Japan.
Ilustrasi kapal Diamond Princess (iStock)
Darwin -

Sepasang turis dari Australia mengalami liburan bencana gara-gara wabah virus Corona. Dari kapal pesiar mewah, mereka dibawa ke pusat karantina selama 14 hari.

John dan Carole Welch tak pernah menyangka nasib akan menuntun mereka ke 'neraka'. Awalnya, pasangan turis dari Australia ini bahagia-bahagia saja saat liburan mewah naik kapal pesiar Diamond Cruises.

Namun yang tidak pernah disangka oleh mereka, di kapal pesiar tersebut merebak virus Corona yang membuat ribuan penumpang dikarantina. Liburan yang seharusnya ceria malah berubah jadi bencana untuk keduanya.

Dirangkum detikTravel dari beberapa sumber, Selasa (17/3/2020), seusai dievakuasi dari kapal pesiar Princess Diamond, pasangan ini tidak boleh langsung pulang ke rumah, melainkan harus menjalani lagi masa karantina tambahan selama 14 hari di Darwin Quarantine Centre.

Di pusat karantina inilah, John dan Carole malah makin sengsara. Masalahnya, fasilitas di pusat karantina tersebut dianggap tidak layak, terutama di seminggu pertama mereka di sana.

"Kami dipisah. Kamarnya tidak lebih besar dari kamar kita di kapal (pesiar) dan sangat steril. Sungguh sangat tidak bersahabat. Siapapun yang membuat keputusan ini pikirannya sungguh kacau," John mengungkapkan keluhannya seperti dikutip dari media Current Affair Australia.

Kisah Liburan 'Neraka', Dari Kapal Pesiar Mewah ke Pusat KarantinaFoto: (dok. Youtube)

Pasangan itu juga mengklaim pusat karantina tersebut mengancam agar mereka menuruti peraturan yang sudah ditetapkan, seperti dilarang melepaskan masker. Sebab, jika tidak patuh, masa karantina mereka akan diperpanjang.

Selama dua pekan, pasangan itu bersama penumpang Diamond Princess lainnya dipisahkan dari dunia luar. Tak ada internet di seminggu pertama, sama juga dengan televisi, tidak ada hiburan sama sekali.

Setelah seminggu berlalu, keadaan mulai membaik, tapi tetap saja penjagaan yang sangat ketat dilakukan di pusat karantina tersebut, membuat moral mereka semakin ciut.

Setelah dua minggu masa karantina berlalu, pasangan Welch dinyatakan negatif virus Corona dan dilepaskan dari pusat karantina. Mereka diterbangkan pulang menuju ke Queensland untuk bersatu kembali dengan keluarganya.



Simak Video "Kematian Pertama Inggris Gegara Corona, Penumpang Diamond Princess"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA