Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Mar 2020 17:05 WIB

TRAVEL NEWS

Corona Merebak, Tempat Wisata di Kabupaten Bandung Merugi Hingga 80 Persen

Muhammad Iqbal
detikTravel
Gedung Sate di Bandung dibuka untuk umum mulai Sabtu (15/2/2020).
Wisata Bandung terimbas wabah Corona. (Yudha Maulana/detikTravel)
Bandung -

Beberapa perusahaan dan pengusaha pariwisata di Kabupaten Bandung merugi 50 persen hingga 80 persen dengan wabah virus Corona. Tapi, tak ada toleransi untuk tetap menutup seluruh kegiatan wisata.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Bandung belum membuat kebijakan untuk meminta tempat wisata ditutup sementara untuk mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease of 2019 (Covid-19).

"Penurunan paling rendah itu 30 persen, paling tinggi 70 - 80 persen," ujar Yoharman Syamsu, kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Jumat (20/3/2020).

Menurut Yoharman, awal mula pariwisata di Kabupaten Bandung merugi dimulai sejak Jumat (13/2/2020). Pemerintah daerah pun hingga kini belum menginstruksikan penutupan tempat wisata. Meski begitu sudah beberapa wisata tutup untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran Covid-19.

Yoharman Syamsu, kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten BandungYoharman Syamsu, kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Foto: Muhammad Iqbal/detikcom

"Kita tidak menutup sepenuhnya, tetap ada pelayanan. Tetapi, mereka harus memberikan pelayanan seperti hand sanitizer atau pun sabun disiapkan di masing masing destinasi dan restoran," kata Yorharman.

Menurut data yang dimiliki Yoharman, ada beberapa tempat wisata dan penyedia restoran serta penginapan yang sudah tutup.

"Rumah Makan Nenek di Ciwidey tutup, Pesona Nirwana tutup. Yang belum mengambil keputusan untuk menutup tetap memberikan pelayanan," kata Yoharma.

Itu dibenarkan oleh Marcelinus, markom Glamping Lakeside. Marcel mengungkapkan kerugian akibat wabah Covid-19 kepada jumlah pendapatan Glamping Likeside mencapai 80 persen.

"Pendapatan berkurang hampir 80 persen," ujar Marcel saat dihubungi oleh detikcom, Jumat (20/3/2020).

Penurunan pendapatan pun beriringan dengan penurunan jumlah wisatawan asing ke lokasi wisata. Penurunan jumlah wisatawan, menurut Marcel, terjadi sejak awal Februari lalu.

Wisatawan asing yang sering mengunjungi Glamping Lakeside banyak berasal dari Asia khususnya Singapura, China dan Malaysia.

"Udah lama tidak ada, sejak awal Februari hampir enggak ada. Banyaknya kan Asia; Singapura, Cina, Malaysia. Kita dari awal Februari sudah berkurang hampir tidak ada," kata Marcel.

Meski begitu, pihaknya sejak hari Jumat ini sudah mulai menutup pelayanan wisata. Dia pun akan mengikuti keputusan dari pemerintah.

"Kita mengikuti aja apa dari pemerintah," ujar Marcel.



Simak Video "Emak-emak Kece di Mamasa Lakukan Penyekatan Akses Desa"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA