Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Mar 2020 06:32 WIB

TRAVEL NEWS

Kasihan, Jutaan Tangkai Bunga di Belanda Dimusnahkan Gegara Corona

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Industri Bunga di Belanda Layu
Industri bunga di Belanda merana akibat virus Corona. (AFP)
Amsterdam -

Banyak sektor terpukul akibat wabah virus Corona. Termasuk industri bunga di Belanda. Jutaan bunga tulip dan jenis lainnya terpaksa dimusnahkan gara-gara Corona.

Seharusnya bulan-bulan ini jadi bulan yang menggembirakan bagi para petani bunga di Belanda, juga bagi industrinya. Tapi sayang, wabah virus Corona membuat industri bunga potong di Belanda berdarah-darah.

Belanda, yang terkenal dengan pasar bunga terbesar di dunia terpaksa harus memusnahkan jutaan tangkai bunga tulip dan jenis bunga lainnya, lantaran tidak laku dijual. Permintaan pasar menurun drastis gara-gara dihantam virus Corona.

Jutaan tangkai bunga tulip, krisan. mawar dan berbagai jenis bunga lainnya, dibiarkan saja menggunung di salah satu rumah pelelangan bunga di Belanda. Bunga-bunga itu dalam keadaan rusak karena terlalu lama disimpan.

"Satu-satunya solusi ya harus dimusnahkan," kata Michel van Schie, juru bicara Royal Flora Holland, salah satu rumah pelelangan bunga terbesar di Belanda, seperti dikutip dari AFP, Kamis (26/3/2020).

Kasihan, Jutaan Tangkai Bunga di Belanda Dimusnahkan Gegara CoronaFoto: (AFP)

"Ini pertama kalinya kami harus melakukan ini. Pelelangan bunga di Belanda sudah berlangsung selama ratusan tahun dan baru pertama ini kita berhadapan dengan krisis seperti ini," Michel menambahkan.

Tidak main-main, sekitar 70-80% total produksi bunga di Belanda harus dimusnahkan. Tentu saja ini jadi hantaman besar bagi industri bunga potong di Belanda.

Penutupan toko-toko dan sektor bisnis lainnya gara-gara virus Corona menjadikan konsekuensi dramatis bagi para petani bunga tulip di Belanda. Mereka jadi tidak ada permintaan dari para pembeli.

"Kami tidak pernah melihat situasi seperti ini sebelumnya. Tidak ada permintaan untuk bunga sama sekali karena krisis Corona di seluruh penjuru Eropa," kata Prisca Kleinjn, ketua Asosiasi Produsen Bunga Tulip di Belanda.

Kasihan, Jutaan Tangkai Bunga di Belanda Dimusnahkan Gegara CoronaFoto: (AFP)

"Krisis Corona jadi momen terburuk sepanjang tahun ini bagi para petani Tulip. Bunga Tulip mulai panen bulan Januari hingga April-Mei, jadi kita tepat berada di tengah musim, saat seharusnya mereka memiliki uang," Prisca menjelaskan.

Oleh karena itu, sekarang asosiasi pedagang bunga di Belanda memunculkan kampanye 'Belilah Bunga, Jangan Tisu Toilet' untuk membantu mengatasi masalah ini.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA