Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Mar 2020 20:45 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Alasan Garuda Masih Terbang ke Australia dan Belanda

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Armada pesawat Boeing 777-300ER Garuda Indonesia
Armada pesawat Boeing 777-300ER Garuda Indonesia
Jakarta -

Di tengah wabah Corona, maskapai nasional Garuda Indonesia masih terbang dari dan menuju Australia dan Belanda. Apa alasan Garuda?

"Keberlanjutan pengoperasian layanan penerbangan dari dan menuju Australia & Belanda tersebut merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk memfasilitasi pergerakan warga negara Indonesia yang akan kembali ke Indonesia dari kedua negara tersebut, maupun warga negara Belanda dan Australia yang akan kembali ke negaranya masing-masing dari Indonesia," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

"Pengoperasian penerbangan tersebut tentunya kami lakukan dengan menyesuaikan demand maupun kebutuhan yang ada. Frekuensi penerbangan kedua negara tersebut akan kami sesuaikan dengan kebutuhan trafik pergerakan penumpang," ujarnya.

Garuda akan memastikan keamanan dan akan terus diperkuat termasuk penanganan upaya preventif pencegahan penyebaran virus Corona pada lini operasional. "Kami terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dalam memastikan prosedur penanganan pandemi ini dapat terimplementasikan dengan baik," ujarnya.

Saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan dari dan menuju Belanda melalui rute Jakarta - Amsterdam vv. Sedangkan untuk Australia, Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Jakarta - Sydney vv, Denpasar - Sydney vv, Jakarta - Melbourne vv, Denpasar - Melbourne vv, Jakarta - Perth vv dan Denpasar - Perth vv.

Anak usaha Garuda Indonesia yang bergerak di segmen low cost carrier Citilink Indonesia turut melayani rute penerbangan Denpasar - Perth vv. "Pada kesempatan ini kami turut mengimbau pengguna jasa untuk melakukan pengecekan berkala atas jadwal penerbangan yang dituju termasuk bagi calon penumpang yang ingin melakukan perubahan jadwal dan reroute rencana penerbangan. Kami turut menerapkan kebijakan yang fleksibel atas kebutuhan perubahan rencana penerbangan tersebut," ujarnya.

[Gambas:Video 20detik]



(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA