Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 29 Mar 2020 19:18 WIB

TRAVEL NEWS

Terbang Saat Wabah Corona, Cepat atau Lambat Qatar Airways Kehabisan Uang

Femi Diah
detikTravel
Business Clas Qatar Airways
Foto: Qatar Airways
Doha -

Qatar Airways tetap beroperasi di tengah badai virus Corona. Manajemen menyadari cepat atau lambat mereka bakal kehabisan uang.

Qatar Airways menjadi salah satu dari sedikit maskapai yang tetap melayani penumpang melalui penerbangan komersial saat wabah virus Corona. Setidaknya, mereka bakal beroperasi hingga dua pekan ke depan dengan mengoperasikan 1.800 penerbangan.

Kepala Eksekutif Qatar Airways, Akbar al-Baker, menyebut operasional maskapai di tengah wabah Corona bukanlah sebuah keputusan yang menguntungkan. Sebab, jumlah penumpang anjlok dan banyaknya negara yang ditutup.

Tapi, Qatar Airways menerima banyak permintaan dari negara lain. Negara-negara tersebut membutuhkan maskapai untuk memulangkan warga negara mereka yang terkunci di negara lain.

Untuk itu, maskapai Timur Tengah itu mengoperasikan penerbangan ke Eropa, Asia, termasuk Denpasar, dan Australia.

Anjloknya jumlah penumpang itu, tingkat keterisian bangku penumpang cuma 50 persen, membuat Qatar Airways harus rela membakar uang.

Belum lagi dengan masalah rute yang harus dihadapi Qatar Airways. Mereka tak bisa menggunakan rute biasa. Kadang kala, mereka harus terbang lebih jauh untuk menyiasati negara-negara yang sudah ditutup.

"Kami akan terbang selama diperlukan dan kami diminta untuk memulangkan orang-orang yang terlantar ke rumah mereka. Kami bisa melakukannya asalkan mereka berada di wilayah udara terbuka dan bandara terbuka," kata Baker seperti dikutip Reuters, Minggu (29/3/2020).

"Kami telah menerima banyak permintaan dari pemerintah di seluruh dunia, kedutaan besar di negara-negara tertentu. Mereka meminta Qatar Airways untuk tidak berhenti terbang," Baker menambahkan.

Untuk cadangan yang yang kian menipis, Baker mau tak mau akan meminta subsidi kepada pemerintah.

"Kami pasti akan pergi ke pemerintah kami pada akhirnya," ujar Baker.

"Kami tidak mengambil keuntungan ... ini adalah waktu untuk melayani orang-orang yang ingin bersama orang yang mereka cintai dalam waktu yang sangat sulit," kata Baker.

Sejauh ini, Qatar sudah mengurangi 50 persen pesawat yang beroperasi. Qatar Airways memberikan cuti yang dibayar dan tidak dibayar kepada karyawan. Baker juga mengatakan bahwa ia tak menerima gaji sampai maskapai kembali beroperasi penuh.



Simak Video "Naik Pesawat Diklaim Lebih Aman Dibanding Belanja di Supermarket"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA