Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Apr 2020 12:15 WIB

TRAVEL NEWS

Provider dan Fasilitator Outbond Banting Setir Gegara Virus Corona

Femi Diah
detikTravel
Nurfahmi, ketua Aeli
Nurfahmi, ketua Aeli (dok. pribadi)
Jakarta -

Asosiasi Experiential Learning Indonesia (Aeli) merilis dampak virus Corona. Ketua Aeli, Nurfahmi, menyebut cukup banyak anggota, termasuk bidang terkait wisata, yang sudah banting setir.

Dari hasil survey yang dibuat antara 20-25 Maret kepada anggota, baik perorangan ataupun lembaga di 18 provinsi pada 20-25 Maret, didapatkan estimasi jumlah pekerjaan yang dibatalkan pandemi virus Corona. Juga dampak kepada tenaga kerja yang menjadi pengangguran.

Di antara provinsi yang menggantungkan pemasukan dari program capacity building Jawa Barat menjadi provinsi paling terpukul. Sebanyak 22 jumlah provider membatalkan 134-174 program. Kemudian diikuti berturut-turut oleh DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Jawa Tengah, dan Banten.

Sementara itu, berdasarkan nominal uang pada program itu, Yogyakarta menjadi wilayah yang paling terdampak oleh virus Corona. Sebanyak 16 provider di Yogyakarta membatalkan program senilai Rp 29,9 miliar hingga Rp 50,8 miliar. Kemudian diikuti oleh DKI Jakarta, Jabar, dan Bali, Banten dan Jateng.

Dengan situasi itu, Nurfahmi menyadari tak sedikit provider di bawah Aeli, yang merupakan asosiasi perusahaan dan praktisi penyedia layanan capacity building dengan salah satu produknya outbond, bakal mati suri. Dari perhitungan sementara, hanya 64 persen provider yang mampu bertahan satu hingga tiga bulan.

"Setelah wabah virus Corona itu, semua aktivitas provider di bawah Aeli berhnti 100 persen, mati total," kata Nurfahmi yang dihubungi detikTravel, Rabu (1/4/2020).

"Kondisinya itu pengusaha-pengusaha anggota kami merupakan kategorinya UMKM, yang setelah berhenti besar kemungkinan langsung tumbang. Kemudian karyawan banyak yang dirumahkan. Sari hasil survei kebanyakan bisa bertahan 1 bulan, paling berisiko provider di daerah," dia menjelaskan.

"Kondisi itu membuat provider di daerah yang (dana) cadangan langsung habis anggota-anggotanya, praktisinya, banyak yang banting setir," ujar Nurfahmi.

Manfaatkan Orderan Online

Nurfahmi mengaku telah berkomunikasi dengan pemerintah untuk mencari solusi setelah hantaman virus Corona. Alie telah duduk bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pekan ini.

"Pemerintah telah memastikan solusi jangka pendek. Kemenparekraf sudah turun tangan membantu kami. Pertama, tenaga kerja yang terdampak pandemi ini diikutkan dalam daftar kartu prakerja. Kemudian, khusus pada human capacity building, recreational, diminta untuk menjalankan sesi-sesi online dan biayanya akan dibantu pemerintah. Artinya, ada sedikit putaran bisnis berjalan," kata Nurfahmi.



Simak Video "Outbond, Wisata Sekaligus Melatih Kekompakan dan Kerjasama, Karawang"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA