Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 07 Apr 2020 14:25 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Pengasuh yang Setia Menjaga Orangutan Saat Pandemi Corona

Putu Intan
detikTravel
Mereka Setia Menjaga Orangutan dari Ancaman Virus Corona
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Tak hanya manusia, satwa pun perlu dilindungi dari ancaman virus Corona. Inilah cerita orang-orang yang setia menjaga para orangutan.

Ancaman virus Corona tau COVID-19 memang tak pandang bulu. Tak hanya manusia, sejumlah hewan seperti anjing, kucing, bahkan harimau telah positif terinfeksi virus tersebut.

Satwa lain yang juga berpotensi tertular adalah orangutan. Satwa endemik khas Indonesia ini rentang terjangkit Corona lantaran 97 persen DNA nya mirip manusia.

Melihat hal tersebut, sejumlah orang yang tergabung dalam organisasi penyelamat orangutan pun turun tangan. Dilansir dari Channel News Asia, salah satu organisasi perlindungan orangutan, Borneo Orangutan Survival telah menutup tempat konservasi mereka dari kunjungan turis asing. Selain itu para staf juga diminta untuk mengenakan masker dan sarung tangan untuk mencegah penularan.

"Belum ada kasus penularan langsung yang dikonfirmasi, tetapi ada masalah lain yaitu kurangnya masker dan persediaan desinfektan untuk pengasuh orangutan,"kata dokter hewan di yayasan tersebut, Agus Irwanto.

Di sisi lain, untuk orangutan, mereka masih beraktivitas seperti biasanya.

"Sementara manusia (para staf) di pusat rehabilitasi bekerja keras menyesuaikan diri dengan langkah-langkah baru ini, orangutan menjalankan aktivitas seperti biasa,"kata pihak yayasan tersebut.

Selain Borneo Orangutan Survival, organisasi perlindungan satwa internasional FOUR PAWS juga mengambil langkah pencegahan Corona di Sekolah Rimba Orangutan.

Sekolah ini didirikan FOUR PAWS bersama yayasan Jejak Pulang dan juga didukung Pemerintah Indonesia. Lokasinya ada di Samboja, Kalimantan Timur.Di sana, para pengasuh merawat 8 orangutan yaitu Amalia, Eska, Cantik, Gonda, Robin, Tegar, Gerhana, dan Kartini.

Saat ini, Sekolah Rimba memberlakukan kebijakan non-kontak.

"Jadi, saat ini tidak diperbolehkan ada yang masuk ke sekolah hutan bagi siapa saja yang tidak terlibat dalam perawatan," kata pakar primata FOUR PAWS, Dr. Preuschoft sebagaimana diwartakan ABC.

Untuk orangutan dewasa, pengasuh sama sekali tak berkontak dengan mereka karena orangutan sudah bisa mencari makan sendiri. Sementara untuk bayi orangutan, masih membutuhkan perhatian pengasuh.

"Yang usianya lebih muda masih membutuhkan kontak yang akrab dan erat, pelukan dan kasih sayang saat mereka ketakutan,"ia menjelaskan.

Sekolah Rimba juga telah menyiapkan persediaan makanan dan bahan-bahan pembersih.

"Kami mencuci semua makanan orangutan sebanyak dua kali, yaitu ketika pengiriman dan sebelum diberikan ke orangutan," ujarnya.

Namun saat ini mereka masih kekurangan masker, termometer laser, dan desinfektan.

"Sayangnya, memang tidak ada perlindungan yang menjamin pencegahan seratus persen. Namun karena usia anak-anak biasanya tidak terlalu terpengaruh COVID-19, semoga saja hal itu juga berlaku untuk anak-anak orangutan," ujar Dr. Preuschoft.

----

Traveler punya pengalaman Traveling di berbagai tempat menarik? Kirim Artikelmu di Link Ini



Simak Video "Berguling ala Bayi Orang Utan, Kalimantan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA