Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 09 Apr 2020 05:03 WIB

TRAVEL NEWS

Bukan Wuhan, Kota Paling Mematikan di Dunia Adalah...

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
NEW YORK, NY APRIL 02: Medical workers bring in patients at a special coronavirus intake tent at Maimonides Medical Center in the Borough Park section of Brooklyn which has seen an upsurge of coronavirus patients on April 02, 2020 in New York City. Hospitals in New York City, which has been especially hard hit by the coronavirus, are facing shortages of beds, ventilators and protective equipment for medical staff. Currently, over 75,000 New Yorkers have tested positive for coronavirus (COVID-19).   Spencer Platt/Getty Images/AFP
Foto: Ilustrasi petugas medis New York (Spencer Platt/Getty Images/AFP)
New York -

Bukan Wuhan, kota paling mematikan di dunia sekarang berganti menjadi New York. Virus Corona merupakan mimpi buruk bagi kota berjuluk The Big Apple ini.

Sunyi senyap, seperti kota mati. Itulah gambaran New York terkini. Gegap gempita kota ini nyaris tiada lagi. New York saat ini jadi epicentrum baru penyebaran virus Corona, lebih parah dari Wuhan, kota asal virus tersebut.

Dilansir dari AP, Kamis (9/4/2020), New York saat ini dijuluki sebagai 'Deadliest Place on Earth' alias Tempat Paling Mematikan di Dunia. Lebih dari 800 kematian akibat virus Corona dilaporkan di kota ini setiap harinya.


Dari data terakhir, ada lebih dari 122 ribu penduduk New York yang positif tertular virus Corona. Angka itu menjadikan kota ini sebagai kota dengan penduduk terbanyak yang mengidap virus Corona di dunia.

"Ini akan jadi hari yang terberat dan paling menyedihkan bagi para penduduk Amerika," kata Jerome Adams, Sekjen Dokter Bedah AS.

Dr Anthony Fauci, direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular AS, menyebut keadaan ini akan bertambah parah dalam minggu-minggu ini. Dia yakin kurva belum mencapai puncaknya.

"Minggu depan akan jadi sangat buruk karena kita belum sampai pada puncaknya," Fauci menjelaskan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA