Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 09 Apr 2020 17:46 WIB

TRAVEL NEWS

Ilmuwan Temukan Hutan Bawah Laut, Bisa Ciptakan Obat-obatan Baru

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Pohon berusia ribuan tahun ditemukan kembali
Foto: (Brian Helmuth)
Jakarta -

Setelah hampir 60.000 tahun, hutan pohon cemara yang tenggelam kini ditemukan kembali. Hutan ini dipercaya dapat menciptakan obat-obatan baru.

Seperti dilansir CNN, Kamis (9/4/2020) ketika manusia pra sejarah baru keluar dari Afrika pada 60.000 tahun yang lalu, hutan pohon cemara tumbuh di tepi sungai dekat Teluk Meksiko. Ketika tahun-tahun berlalu, pohon-pohon mulai tumbang dan terkubur di bawah endapan. Sisa-sisa hutan semakin terpendam ketika permukaan air laut naik.

Namun sekarang, para ilmuwan telah menemukan hutan yang telah lama menghilang itu. Mereka percaya pohon-pohonnya menyimpan rahasia untuk menciptakan obat-obatan baru yang dapat menyelamatkan nyawa.



Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, selama ribuan tahun, hutan kuno tak pernah terganggu. Akan tetapi pada tahun 2004, badai menghantam pantai teluk hingga menyapu dasar laut.

Pada bulan Desember, sebuah tim ilmuwan dari Universitas Northeastern dan Universitas Utah memulai ekspedisi untuk menyelam ke perairan. Tujuannya untuk membawa kembali potongan-potongan pohon untuk dipelajari.

"Itu adalah hari yang sangat menyenangkan. Cukup tenang di permukaan dan kami berharap kondisinya sama dengan di bagian bawah (laut)," kata seorang profesor Ilmu Kelautan dan Lingkungan di Universitas Northeastern, Brian Helmuth.



Sebelum menyelam, para ilmuwan menemukan kondisi yang kurang baik. Banyak hiu yang terlihat dan membuat ekspedisi mereka agak berisiko. Ketakutan itu hilang menjadi kekaguman setelah mereka sampai ke hutan di bawah laut.

"Benar-benar menakjubkan. Kami menyelam di sekitar tepi sungai kuno ini. di sebelah kiri kami, ada sisa-sisa pangkal pohon raksasa dan batang pohon asli yang keluar dari tanggul tepi sungai," kata Helmuth.

Meskipun telah berusia 60.000, batang pohon sangat terawat karena terkubur di bawah lapisan sedimen yang mencegah pembusukan. masih terdapat kulitnya di bagian permukaan, di bagian dalam semua warnanya juga masih terjaga.

Pohon berusia ribuan tahun ditemukan kembaliPohon berusia ribuan tahun ditemukan kembali Foto: (Brian Helmuth)



Ilmuwan pun semakin bersemangat ketika membawa batang pohon ke laboratorium. Mereka menemukan hewan-hewan yang memanfaatkan hutan pohon cemara.

"Kami dapat melihat organisme apa yang telah mengambil keuntungan dari kayu kuno ini. Berbagai jenis hewan terkubur di sana dan hidup di atasnya," kata seorang manajer laboratorium di Pusat Ilmu Kelautan Universitas Northeastern, Franchis Choi.

Menurut NOAA, lebih dari 300 hewan dikeluarkan dari batang. Namun para ilmuwan secara khusus berfokus pada satu hewan, yaitu cacing kapal.

Pohon berusia ribuan tahun ditemukan kembaliPohon berusia ribuan tahun ditemukan kembali Foto: (Brian Helmuth)



Cacing kapal memang bukanlah hal baru dalam sains dan biasa ditemukan di dalam batang atau kayu. Akan tetapi, bakteri yang ditemukan dalam cacing ini berusia 60.000 tahun.

"Kami dapat mengisolasi bakteri dari mereka dan mendapatkan bakteri baik yang belum pernah kami kerjakan sebelumnya. Jadi, kami sangat gembira tentang itu" kata seorang profesor riset kimia obat-obatan di Universitas Utah kepada CNN.

Cacing kapal dari batang pohon purba menghasilkan 100 jenis bakteri. Di antaranya banyak bakteri baru dan 12 diantaranya sedang menjalani evaluasi potensi untuk membuat obat baru.

Sebelumnya, penelitian tentang bakteri cacing kapal telah menghasilkan satu antibiotik untuk mengobati infeksi parasit. Para ilmuwan pun optimis, bakteri baru yang terkandung di batang purba bisa menghasilkan manfaat.

"Kami melakukan skrining untuk antimikroba dan aktivitas neurologis yang mengarah kepada obat penghilang rasa sakit serta obat anti-kanker," kata Haygood.

Pohon berusia ribuan tahun ditemukan kembaliPohon berusia ribuan tahun ditemukan kembali Foto: (Brian Helmuth)



Selain dimanfaatkan untuk menyelamatkan nyawa, para ilmuwan akan mempelajari sampel baru ini untuk melihat apakah bakteri dapat diterapkan dalam produksi tekstil, makanan, pakan ternak, dan lain sebagainya.

Sementara adanya pandemi COVID-19, penyelaman ke hutan kuno pun tertunda. Haygood mengatakan dia beserta tim ilmuwan lainnya akan terus mempelajari sampel dan berharap dapat mempublikasikannya dalam waktu satu tahun.



Simak Video "Saat Peru Hanguskan 15 Ton Barang Haram"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA