Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Apr 2020 15:15 WIB

TRAVEL NEWS

Sosok Kartini dari Manggala Agni, Selamatkan Hutan dari Kobaran Api

Putu Intan
detikTravel
Sosok Kartini dari Manggala Agni, Selamatkan Hutan dari Kobaran Api
Foto: dok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Jakarta -

Ini kisah Neneng dan Metha, perempuan tangguh dari Tim Manggala Agni yang selamatkan hutan dari kebakaran di Riau dan Kalimantan Tengah.

Kartini memang telah lama tiada namun semangat perjuangannya masih terasa sampai saat ini. Setiap 21 April, kita memperingati Hari Kartini, yang tujuannya untuk mengingatkan kita bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk dihormati, dihargai, dan dilindungi dari segala kekerasan dan ancaman tanpa meninggalkan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai perempuan.

Di masa sekarang, perempuan dapat lebih bebas berekspresi dan berkarya, salah satunya melalui usaha merawat hutan yang dilakukan Manggala Agni. Manggala Agni adalah Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Indonesia yang menjadi bagian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Salah satu sosok dari Manggala Agni yang mewarisi semangat Kartini adalah Gustia Ningsih atau yang akrab disapa Neneng (35). Ia telah berjuang mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan tergabung sebagai anggota Daops Manggala Agni Sumatera VI/Siak, Riau sejak 2005.

Tugas pokok Neneng sehari-hari adalah sebagai pemantau deteksi dini. Pantauannya meliputi wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain itu, Neneng juga bertugas mengatur papan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) dan mengurus administrasi kantor Daops Manggala Agni Sumatera VI/Siak. Namun tidak jarang Neneng juga ikut terjun ke lapangan untuk melaksanakan patroli pencegahan dan pemadaman karhutla.

Foto: dok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Neneng menuturkan sosok Kartini cukup memberikan motivasi dirinya untuk ikut bergerak bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan tanpa melalaikan dan meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang perempuan, sebagai ibu dan istri yang baik bagi keluarga.

"Kartini memberikan inspirasi tersendiri bagi saya, bahwa wanita bisa berperan dalam semua hal, termasuk dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan sebagai Manggala Agni," ujar Neneng sebagaimana tertulis dalam siaran pers yang diterima detikcom.

"Misalkan, saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di Siak 2019 kemarin. Kita sebagai Manggala Agni tentu harus terjun langsung untuk melakukan pemadaman karhutla sampai beberapa hari," kata Neneng.

Foto: dok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Meskipun Manggala Agni didominasi laki-laki, hal ini tidak membuatnya merasa minder. Pada saat pemadaman karhutla, Neneng juga siap berjalan puluhan kilometer untuk menuju titik api, mengangkat gulungan selang, serta memegang nozzle di depan dan berhadapan langsung dengan api.

"Waktu melakukan pemadaman saya pernah terperosok gambut karena kebakaran saat itu diselimuti asap yang sangat tebal," kenang Neneng

Setiap menunaikan tugasnya, Neneng tak pernah melupakan keluarga. Ia mengatakan saat sedang bertugas, beban terberat adalah justru ketika ia kesulitan berkomunikasi dengan 3 anaknya.

"Beban yang paling berat biasanya meninggalkan keluarga, anak-anak, karena kalau masuk hutan tidak ada sinyal handphone sehingga untuk sekedar bertanya kabarpun susah sekali," ungkap Neneng.

Dalam peringatan Hari Kartini ini, Neneng berpesan, "kaum wanita saat ini dituntut menjadi wanita yang berbudi luhur, pandai dan berani. Mereka mendapatkan hak untuk mengambil peran dalam berbagai bidang, namun tidak melupakan kewajibannya untuk merawat keluarga dan menghargai suaminya," pungkasnya.

Foto: dok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Selain Neneng, di Daops Manggala Agni Kalimantan III/Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, juga muncul Kartini muda lainnya yang bergerak dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan yaitu Miftahul Jannah, atau yang akrab di panggil Metha (30).

Metha bergabung menjadi anggota Manggala Agni sejak 2015. Latar belakang Metha sebagai seorang perawat sangat dibutuhkan pada saat pemadamaan karhutla. Pengalaman pemadaman dan berhari-hari di dalam hutan sering Metha dapatkan. Bahkan perannya bertambah bukan hanya seorang pemadaman, Metha juga bersiaga untuk merawat rekan-rekan Manggala Agni yang mengalami cidera saat pemadaman.

Metha juga menuturkan bahwa mereka hanyalah salah sedikit dari perempuan di Indonesia yang mengambil peran dalam kelestarian lingkungan sebagai Manggala Agni. Semoga perempuan Indonesia tak pantang menyerah dan semangat untuk meneruskan perjuangannya Ibu Kartini dalam membangun negeri ini.

"Saya yakin di luar sana masih banyak sosok wanita hebat Indonesia yang berjuang untuk keluarga, negara dan lingkunganya yang memIliki semangat emansipasi Ibu Kartini," ungkap Metha.



Simak Video "12 Ribu Petir Sambar California, Sebabkan 560 Titik Api"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA