Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 26 Apr 2020 12:48 WIB

TRAVEL NEWS

Karena Virus Corona, Bersih-Bersih Pesawat Pakai Sinar UV?

Femi Diah
detikTravel
Ilustrasi pesawat
Foto: iStock
Jakarta -

Saat harus masuk parkiran karena virus Corona, tak sedikit pesawat yang harus didisinfektan. Belakangan, malah muncul ide agar bersih-bersih pesawat dilakukan dengan sinar ultraviolet.

Seruan agar sinar UV diberikan kepada pasien positif virus Corona oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu polemik. Tapi, sebuah perusahaan California menganggapnya sebagai solusi sempurna untuk mendekontaminasi pesawat terbang.

Perusahaan California itu, Dimer UCV Innovations, yang menciptakan mesin pembersih yang memancarkan UV-C yang disebut GermFalcon untuk industri penerbangan pada tahun 2014. Munculnya virus Corona saat ini menjadikan mesin pembersih untuk pesawat diprediksi betul-betul bakal diterapkan.

"Kami tidak ingin memanfaatkan pandemi untuk menciptakan permintaan di industri ini. Tapi, itulah situasi yang kita hadapi dan kita membangun unit kita secepat mungkin," kata Elliot Kreitenberg, presiden dan salah seorang pendiri Dimer UCV Innovations, dan dikutip Reuters.

Dia tidak memberikan perincian tentang penjualan unit tersebut. Dia bilang penggunaan mesin tersebut telah ditawarkan kepada industri secara gratis selama pandemi.

GermFalcon adalah robot seukuran troli makanan di pesawat. Dibutuhkan petugas untuk mendorongnya menyusuri lorong pesawat.

Sayap mekanis membentang dan memancarkan cahaya UV-C ke permukaan kabin. UV-C dapat merusak asam nukleat dalam suatu organisme dan mencegahnya bereplikasi. Penggunaannya sebagai disinfektan cukup umum di rumah sakit dan laboratorium, namun di tempat lain, seperti dalam penerbangan, itu tidak biasa. UV-C adalah sinar IV yang paling berbahaya.

Mesin itu memiliki penutup untuk melindungi petugas agar terhindar dari sinar UV. Kreitenberg mengatakan GermFalcon dapat membersihkan pesawat berbadan sempit dalam tiga menit.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA