Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Apr 2020 17:15 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Deretan Bahasa Asing Paling Mudah Hingga Tingkat Dewa

Femi Diah
detikTravel
TOKYO, JAPAN - JANUARY 05:  An entrant works on her calligraphy as she takes part in the Kakizome calligraphy contest at the Nihon Budokan on January 5, 2018 in Tokyo, Japan. More than 3000 people participated in this Kakizome contest, where they created their first calligraphy of the new year. The ceremony, which was traditionally performed on the second day of January each year, sees people paint Kanji characters with a writing brush for the first time each year.  (Photo by Carl Court/Getty Images)
Foto: Getty Images/Carl Court
Jakarta -

Kemampuan berbahasa asing bakal membantu traveler saat melancong ke negara lain. Ini peringkat termudah hingga tersulit bahasa asing untuk dipelajari.

Tak cuma memudahkan berkomunikasi dengan penduduk asli, kemampuan bahasa asing juga bakal membuat traveler lebih percaya diri menjelajah suatu kawasan. Apalagi, jika traveler tertarik dengan budaya sebuah suku atau negara.

Memang bukan hal mudah untuk mempelajari bahasa asing. Seorang traveler mungkin bakal menguasai bahasa dengan memakan waktu bertahun-tahun, bukan berbulan-bulan.

CNN Travel merilis deretan bahasa yang dianggap mudah dipelajari hingga yang sulit untuk dipraktikkan oleh penutur bahasa Inggris, yang bisa jadi serupa dengan penutur bahasa Indonesia, disertai perkiraan durasi mempelajarinya.

1. Italia dan Spanyol (600 Jam)

Bahasa Belanda dan Norwegia, Italia, Prancis, Spanyol, dan Portugis. Bahasa-bahasa itu disebut memerlukan sekitar 600 jam belajar untuk mencapai "kemahiran profesional umum" dalam berbicara dan membaca.

Di antara bahasa itu, Spanyol dan Italia adalah yang paling mudah dipelajari oleh penutur asli bahasa Inggris, diikuti oleh bahasa Portugis, diikuti Prancis.

Cukup banyak kata-kata di bahasa-bahasa tersebut yang mirip, kendati biasanya artinya tak melulu sama.

Mempelajari bahasa dua negara itu bisa menjadi keuntungan bagi traveler. Sebab, Italia dan Spanyol memiliki destinasi wisata yang keren banget.

2. Jerman (750 Jam)

Bahasa Jerman tak bisa dianggap mudah, dengan adanya perbedaan kata benda yang maskulin, feminin, dan netral. Selain itu, tata bahasanya.

Perbedaan kultur yang membuat banyak kalimat atau perumpamaan yang tidak memiliki arti dalam bahasa Indonesia. Dalam bentuk lampau ada kata kerja yang letaknya di akhir kalimat.

Di sisi lain, pelafalan dan pengejaan cukup mudah.

3. Melayu dan Swahili (900 Jam)

Bahasa Melayu adalah lingua franca dari beberapa negara Asia Tenggara dan telah disederhanakan dengan penggunaannya sebagai bahasa kedua oleh penutur asing. Misalnya, jamak Melayu dibentuk dengan mengulang kata dua kali, misalnya buku berarti satu buku, sedangkan buku-buku berarti banyak buku.

Begitu pula, Swahili berevolusi sebagai bahasa perdagangan di Afrika Timur dan digambarkan memiliki kosakata Arab berdasarkan tata bahasa Afrika. Ini memberi kita safari, semua karakter dalam "The Lion King" (Simba, Timon, Pumba) dan liburan Afrika-Amerika dari Kwanzaa.

4. Hungaria, Yunani, Rusia (1.100 Jam)

Bahasa Hungaria cukup tricky karena berbeda karena tata bahasanya berbeda dengan bahasa Inggris. Salah satu yang berbeda adalah adanya kata kerja yang mengikuti kepemilikan dan bakal membedakan arti sebuah kata.

Sementara itu, bahasa Yunani memiliki abjad yang berbeda. Jaid, perlu waktu untuk mempelajari abjad tersebut. Tapi, bahasa ini cukup banyak digunakan dalam bahasa Inggris, jadi kosakatanya tak terlalu asing.

Bahasa Rusia juga memiliki abjad yang berbeda. Keuntungan besar belajar bahasa Rusia adalah, begitu Anda mahir, Anda dapat memahami bahasa-bahasa Slav lainnya seperti Republik Ceko, Polandia, atau Bulgaria. Bahasa itu juga digunakan di semua wilayah bekas Uni Soviet dari Armenia hingga Kirgiztan.

5. Arab, Jepang, Mandarin (2.200 Jam)

Bahasa Arab cukup lumrah didengarkan di negara-negara yang berpenduduk muslim .Untuk memahami abjad yang ditulis dari kanan ke kiri juga tidak sulit, namun tak mudah untuk menghafalkan artinya.

Sementara itu, bahas Jepang memiliki kesulitan tersendiri dengan adanya tiga jenis huruf, kanji, hiragana, dan katakana. Juga, cukup banyak kata-kata bermakna ganda.

Selain itu, bahasa Jepang cukup sulit dipelajari karena memiliki struktur yang berbeda dengan bahasa Inggris. Bahasa Jepang menempatkan kata kerja di urutan paling belakang.

Adapun bahasa mandarin juga dinilai sulit untuk dipelajari karena mempunyai ribuan karakter (Hanzi) yang berbeda, juga empat nada yang menentukan arti sebuah kata. Grammar bahasa mandarin juga cukup rumit bagi orang asing.



Simak Video "Tips Mengajari Anak Bahasa Asing"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA