Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 09 Mei 2020 07:35 WIB

TRAVEL NEWS

Kebun Binatang di Indonesia Butuh Bantuan, Saatnya Ulurkan Tangan!

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Kondisi kebun binatang Serulingmas di Banjarnegara saat pandemi Corona, Selasa (5/5/2020).
Orang Utan di Kebun Binatang Serulingmas, Banjarnegara (Uje Hartono/detikcom)
Jakarta -

Pandemi virus Corona juga berdampak langsung pada operasional kebun binatang di Indonesia. Tak sedikit yang berjuang untuk bertahan. Yuk, kita bantu!

Hadirnya virus Corona membuat sejumlah kebun binatang di Indonesia ditutup sementara untuk memutus rantai penularan. Tanpa pengunjung, kebun binatang pun tak memiliki pemasukan.

Tanpa pemasukan, satwa di dalam kebun binatang menderita. Masalahnya, dibutuhkan biaya yang tak sedikit untuk memberi makan fauna yang ada di kebun binatang itu.

"Kebun binatang Bandung ya tutup sejak 24 Maret. Sampai sekarang gak terima pengunjung. Faunanya tetap dikasih makan, dari tabungan saving selama ini," ujar Humas Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Sulhan Syafi'i, dalam perbincangan dengan detikcom lewat sambungan telepon, Jumat (8/4/2020).

Pria yang akrab disapa Aan itu bilang nasib Kebun Binatang Bandung relatif beruntung ketimbang yang lain. Tak sedikit warga setempat hingga pelaku usaha besar yang menyumbang untuk keberlangsungannya. DPRD telah menyumbangkan bantuan, sedangkan Pemkot Bandung telah mengulurkan tangan.

"Banyak, warga yang banyak mendonasi. Hari ini ada perusahaan, termasuk yang besar juga mendonasikan alat-alat medis. Mereka hari ini juga menyumbangkan uang, pisang, ubi, alat-alat medis. Kemarin hari Selasa juga Ketua DPRD Kota Bandung, Teddy Rusmawan sudah berkunjung ke kebun binatang," ujar Aan.

Seperti Kebun Binatang Bandung, Ragunan yang juga merupakan milik Pemprov DKI Jakarta masih bisa bertahan di tengah pandemi virus Corona. Hanya saja, tak semua kebun binatang milik pemkot bernasib sama. Kebun Binatang Medan, misalnya.

Diwartakan Associated Press, kebun binatang yang menjadi rumah bagi 260 satwa ini tak lagi punya pemasukan. Akibatnya, mereka tak mampu membeli makanan untuk para satwa di sana.

"Ya yang swasta-swasta itu, tapi yang Medan dan Semarang itu juga punya pemkot. Akhirnya dibantu juga," tutur Aan.

Nasib beruang di Kebun Binatang MedanNasib beruang di Kebun Binatang Medan (Binsar Bakkara/AP)

Untuk mempertahankan keberlangsungan faunanya, Kebun Binatang Medan diketahui jadi yang pertama di Indonesia yang meminta bantuan. Selain Kebun Binatang Medan, tak sedikit kebun binatang lain yang juga butuh bantuan.

"Semarang, Medan, Garut, itu beberapa ya. Ada sejumlah lainnya juga perlu bantuan. Ya lumayan banyak yang perlu bantuan, karena mereka kondisinya uangnya terbatas. Kalau pemkotnya aktif ya bisa disupport," Aan menjelaskan.

Memahami kondisi sulit yang dialami para koleganya, Aan dan PKBSI yang membawahi sekitar 60 kebun binatang di seluruh Indonesia telah mulai melakukan penggalangan donasi. Di bawah bendera PKBSI, uang donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung ke pengelola kebun binatang yang membutuhkan.

"Kita open donation itu di PKBSI. Induk organisasi kita, rekeningnya PKBSI. Seluruh kebun binatang di Indonesia. Mereka nanti dibagi-bagi ke induk organisasinya. Apa yang lebih dibantu, dibantu duluan," ujar Aan.

Apabila traveler punya dana lebih dan tergerak untuk membantu ketersediaan makanan bagi para fauna kebun binatang, mungkin dapat berdonasi untuk membantu keberlangsungan fauna dan pihak kebun binatang. Di saat sulit seperti ini, kepedulian kita semua jadi yang utama.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Mau ke Taman Margasatwa Ragunan? Ingat Durasi Kunjungannya Dibatasi"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA