Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Mei 2020 17:16 WIB

TRAVEL NEWS

Keluarga ABK Indonesia yang Meninggal Karena Corona Tuntut Kapal Pesiar

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Kapal pesiar Royal Caribbean
Foto: Ilustrasi kapal pesiar (dok Royal Caribbean)
Jakarta -

Keluarga ABK Indonesia yang meninggal karena virus Corona menuntut pihak kapal pesiar. Pihak keluarga menyebut perusahaan gagal untuk melindungi pekerjanya.

Keluarga Pujiyoko (27), ABK kapal pesiar Symphony of The Seas menuntut pihak Royal Caribbean Cruises karena dianggap gagal dalam melindungi para pekerjanya. Pujiyoko meninggal dunia setelah hasil tesnya menunjukkan positif virus Corona.

Dilansir detikTravel dari AP, Selasa (12/5/2020), Pujiyoko yang bekerja di bidang housekeeping kapal pesiar tersebut, awalnya merasakan gejala sakit seperti flu dan kesulitan bernafas. Namun Pujiyoko tidak kunjung dites, sampai 6 hari lamanya.



Akhirnya pihak perusahaan mengizinkan penumpang yang merasakan gejala sakit flu untuk turun dari kapal pesiar. Namun tidak dengan para kru kapal. Mereka tetap harus berada di atas kapal pesiar.


Pujiyoko baru bisa turun dari kapal pesiar pada tanggal 30 Maret 2020. Dia turun dan dibawa naik kapal lifeboat langsung ke sebuah rumah sakit yang berada di Fort Lauderdale, AS.

Pujiyoko akhirnya dibawa ke rumah sakit setelah 7 hari sejak pertama kali melaporkan menderita gejala mirip flu ke pihak medis kapal pesiar. Tapi sayang, pria asal Bali ini meninggal dunia pada tanggal 11 April 2020.

Michael Winkleman, pengacara kelautan yang mewakili pihak keluarga mengatakan Pujiyoko tidak pernah menderita penyakit apapun sebelum bekerja di kapal pesiar. Dia dinyatakan sehat dan lolos screening untuk bekerja di kapal pesiar tersebut.


Winkleman mengaku dia akan beradu argumen tentang perjanjian arbitrase yang membatasi kru kapal pesiar untuk menuntut perusahaan tempatnya bekerja. Perjanjian tersebut disebutnya bisa tidak berlaku karena kontrak kerja Pujiyoko sudah diputus oleh Royal Caribbean.

Pihak keluarga menuntut kerugian sejumlah uang, setara dengan pendapatan Pujiyoko yang masih harus dibayarkan dan juga biaya untuk pemakaman yang bersangkutan. Sementara itu, pihak Royal Caribbean menolak untuk berkomentar atas kasus ini.



Simak Video "60% Penumpang Kapal Pesiar Antartika Positif Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA