Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 13 Mei 2020 05:31 WIB

TRAVEL NEWS

Keterlaluan, Lumba-lumba Langka Dibunuh Saat Bangladesh Lockdown

Putu Intan
detikTravel
Lumba-lumba gangga
Foto: National Oceanic and Atmospheric Administration
Dakka -

Bangkai seekor lumba-lumba air tawar ditemukan tergeletak di tepi sungai di Bangladesh. Diduga ulah nelayan memburu lumba-lumba di tengah lockdown.

Diwartakan Malay Mail, Rabu (13/5/2020), warga di tenggara Kota Raojan menemukan potongan tubuh lumba-lumba sungai Gangga sepanjang 157 sentimeter di tepi Sungai Halda. Peristiwa itu dilaporkan pejabat Departemen Perikanan, Abdullah al Mamun.

Pada potongan tubuh tersebut terlihat bekas sayatan benda tajam yang dalam pada bagian leher sampai ekor. Selain itu, lapisan lemak tubuh lumba-lumba juga hilang. Bagian ini mengandung minyak yang biasanya akan diekstraksi untuk obat-obatan tradisional.

Rupanya, kejadian serupa pernah terjadi saat lockdown di Bangladesh. Koordinator Laboratorium Penelitian Sungai Halda (HRRL), Manzoorul Kibria, menyebut ditemukan juga lumba-lumba mati di lokasi yang sama.

Situasi itu membuat pemerintah geram. Sebab, Bangladesh telah melarang pembunuhan lumba-lumba Gangga. Satwa itu bahkan dicantumkan dalam 'daftar merah' spesies yang terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature.

Di sisi lain, menurut pengakuan pejabat setempat, penduduk di sana memang mulai memancing di Sungai Halda karena polisi yang berpatroli di sana jumlahnya berkurang.

"Mereka berusaha mencari nafkah dengan menangkap ikan secara ilegal," kata Kepala Departemen Kehutanan setempat, Yasin Nawaz.

Nawaz juga menjelaskan bahwa jaring penangkap ikan milik nelayan itu juga sering digunakan untuk menangkap lumba-lumba.

Lemak lumba-lumba adalah tujuan utama dari para nelayan. Mereka akan menjual lemak dan minyak lumba-lumba.

"Banyak penduduk desa setempat percaya bahwa lemak lumba-lumba dapat menyembuhkan penyakit. Ini harga yang bagus," kata Kibria.

Lumba-lumba sungai Gangga hidup di sistem sungai Nepal, Bangladesh dan India. Menurut World Wildlife Fund (WWF), populasinya berjumlah sekitar 1.200 hingga 1.800 ekor. Berat lumba-lumba ini bisa mencapai 100 kilogram dengan panjang sampai 2,6 meter.

Lumba-lumba ini juga terkenal memiliki moncong panjang dan 28 gigi tajam di kedua sisi rahangnya. Sungai Halda sendiri merupakan rumah bagi sekitar 170 ekor lumba-lumba Gangga.



Simak Video "Aksi Sekelompok Paus Bermigrasi Bersama Kawanan Lumba-lumba"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA