Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 13 Mei 2020 14:15 WIB

TRAVEL NEWS

Corona Buat Pramugara Ini Alih Profesi Jadi Sopir Ojol

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Pramugara banting setir jadi driver ojol akibat corona.
Pramugara asal Bangkok bernama Kosit Rattanasopon (Reuters)
Bangkok -

Seperti di Indonesia, COVID-19 juga memukul industri pariwisata di Thailand. Malah ada pramugara yang banting setir jadi driver ojol karena sepi job.

Pandemi COVID-19 di Thailand turut memukul para pelaku industri pariwisata dari profesi yang dijalaninya. Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Rabu (13/5/2020), salah satunya adalah seorang pramugara bernama Kosit Rattanasopon (37).

Akibat sepi job di udara, Kosit yang sehari-hari menjadi pramugara pun harus menukar seragam dinasnya dengan seragam driver online untuk mengantar pesan makanan di area Bangkok seperti diberitakan media Reuters.

Setelah semua pesawat milik maskapai tempatnya bekerja dirumahkan, Kosit pun menyambung hidup dan memperoleh rata-rata sekitar 1.000 Baht (Rp 464 ribu) per hari untuk membiayai ayah dan saudara perempuannya yang juga berjuang dengan menjual nasi kotak.

"Saya tahu kalau hidup tak akan sama lagi untuk beberapa tahun ke depan, jadi saya akan tetap melakukan profesi ini," ujar Kosit.

Seperti Kosit, pramugari salah satu maskapai Thailand yang bernama Thawanan Thawornphatworakul (36) juga harus menanggalkan seragamnya dan beralih membuka usaha salon di ruang tamunya untuk menyambung hidup.

Biasanya Thawanan melayani sekitar dua hingg tiga tamu per harinya untuk memotong rambut. Rata-rata dikenakan biaya 150 baht (Rp 70 ribu). Jumlah itu memang tak bisa dibandingkan dengan gajinya saat jadi pramugari, tapi cukup.

"Pendapatan dari salon ini membantu pemasukan dan membayar biaya pokok," ujar Thawanan.

Ada juga seorang instruktur selam bernama Sermsak Posayajinda (47) yang beralih profesi jadi pembuat sambal kemasan. Sermsak mendapat resep itu dari ibunya dan dijual online.

"Awalnya ini hanya hobi selama pandemi COVID-19, tapi hasilnya cukup baik. Jadi ini akan menjadi usaha bisnis kami untuk jangka panjang," ujar Sermsak.

Itulah beberapa kisah pelaku industri pariwisata Thailand yang terdampak COVID-19. Tak hanya di Thailand, pelaku pariwisata di Indonesia pun juga ada yang bernasib sama seperti Kosit dan lainnya.



Simak Video "Thailand Bantah Eksploitasi Monyet di Perkebunan Kelapa"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA