Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 13 Mei 2020 21:36 WIB

TRAVEL NEWS

Wisata di Jabar Akan Terapkan Konsep 'The New Normal'

Yudha Maulana
detikTravel
Suasana PSBB di Kota Bandung
Ilustrasi PSBB di Bandung (Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Konsep 'The New Normal' akan diterapkan pada fase pemulihan sektor pariwisata di Jawa Barat. Protokol kesehatan yang ketat pun wajib dilaksanakan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat (Jabar) saat ini tengah merancang strategi pemulihan wisata, yang saat ini ambruk akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Ada tiga tahap dalam strategi pemulihan, mulai dari fase tanggap darurat yakni melakukan upaya untuk mencegah kemungkinan terburuk, kemudian fase pemulihan dan normalisasi.

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik mengatakan, fase pemulihan akan mulai dilakukan pada Juni hingga Desember 2020. Ia pun menyoroti konsep 'The New Normal' pada promosi pariwisata domestik yang dibagi ke dalam beberapa bagian daerah.

"Tentu saja ada penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kita berharap dalam fase pemulihan sudah mulai mengedepankan quality tourism. Dorongan kepada masyarakat ini nantinya diarahkan pada destinasi wisata alam terbuka," ucap Dedi saat dihubungi detikcom, Rabu (13/5/2020).

Dedi Taufik, kadispar JabarDedi Taufik, Kadispar Jabar (Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Sementara itu, upaya pemulihan di bidang ekonomi kreatif yakni dengan mendorong para pelaku usaha di bidangnya mengedepankan produk yang bertema kesehatan.

"Tentu sasaran pasarnya semua kalangan usia, tapi fokusnya ke pasar milenial. Pada masa fase pemulihan ini, salah satu yang menjadi target adalah memperbanyak MICE. Ini harus ada kerjasama antara pemerintah dan asosiasi agar industri pariwisata bisa kembali bangkit," katanya.

Puluhan Ribu Pekerja Wisata dan Ekonomi Kreatif Dirumahkan

Hingga Rabu (13/5), Disparbud Jabar mencatat ada 48.289 pekerja dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dirumahkan (unpaid leave) akibat imbas pandemi.

Rinciannya, pekerja di bidang destinasi wisata sebanyak 5.179 orang, pekerja di bidang hotel 12.143 orang dari 2.768 badan usaha. Kemudian pekerja di bidang usaha restoran sebanyak 1.179 orang, pekerja di bidang biro perjalanan sebanyak 1.107 orang dan pekerja ekonomi kreatif 14.991 orang.

Dedi mengatakan, anjloknya pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata ini hampir terjadi merata di Indonesia. Virus Corona yang mewabah, membuat para pelaku industri di bidang pariwisata menghentikan geliat ekonomi mereka.

"Penurunan drastis bahkan hampir merata di seluruh (provinsi) Jawa Barat. Mereka para pelaku industri memutuskan untuk menutup dan tidak ada aktivitas yang signifikan dalam kegiatan ekonomi," kata dia.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan pemerintah kabupaten/kota untuk membantu para pelaku dan pekerja usaha yang terdampak, baik bantuan langsung atau fiskal.

"Berdasarkan permohonan itu, pihak Kemenparekraf melakukan refocusing anggaran untuk membantu para pekerja yang terdampak. Alhamdulillah Jabar mendapat bantuan dengan kuota 36 ribu pax bahan makanan pokok, bantuan kerohiman dari Kemenparekraf untuk pekerja yang terdampak," kata dia.

"Memang bantuan ini sifatnya sementara, tapi semoga bisa memberi dampak psikologis positif dan meringankan beban pekerja yang dirumahkan," tutupnya.



Simak Video "Berburu Pakaian Nyentrik di Pasar Cimol Gede Bage Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA