Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 16 Mei 2020 20:05 WIB

TRAVEL NEWS

Kasus Corona Menurun, Biara di Belgia Ini Kembali Produksi Bir

Femi Diah
detikTravel
pembuat bir biara
Ilustrasi bir biara (Istimewa)
Westvleteren -

Biara Trappist kembali memproduksi bir seiring wabah virus Corona yang mulai mereda di Belgia. Untuk sementara, bir melayani pasar lokal.

Pandemi virus Corona membuat produksi bir di biara Trappist berhenti selama dua bulan. Biara Saint-Sixtus, rumah bagi 19 biarawan juga mengubah distribusi dengan meluncurkan penjualan online pada Kamis (14/5/2020).

Di hari pertama, Biara Saint-Sixtus memproduksi 6.000 krat bir, dengan pick-up mulai Jumat. Masing-masing pelanggan mendapatkan jatah pembelian hingga tiga peti, padahal biasanya diatasi hanya dua krat.

Pembelian bir secara offline masih dilayani, namun dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pelanggan bisa datang seperti biasa dengan mobil, tetapi diminta untuk tetap berada di dalam mobil saat mengantre hingga melewati portal di titik penjemputan.

Di sana, seorang karyawan yang memakai masker dan sarung tangan yang akan melayani. Kendati bisa membeli secara offline, namun biara hanya melayani pembayaran secara elektronik, bukan dengan uang tunai. Pelayanan kafe yang menjual bir di area itu masih tutup.

Brother Godfried mengatakan ada 5.000 akun online baru yang dibuat dari Rabu hingga Kamis, sehingga totalnya menjadi 35.000.

"Gambarannya agak terdistorsi karena untuk saat ini kami hanya dapat menawarkan di pasar Belgia. Perbatasan ditutup, meskipun bir menarik minat internasional tertentu," kata Godfried seperti dikutip Reuters.

Sebelum sistem penjualan online itu diluncurukan, para biarawan sempat menjajalnya lebih dulu. Sejauh ini sih lancar.

Thomas Vuylsteke, seorang pengacara berusia 33 tahun, adalah salah satu pembeli yang beruntung. Dia tak perlu mengantre panjang.

"Ya sudah beberapa kali dipilih sebagai bir terbaik di dunia dan rasanya enak. Itu selalu luar biasa," katanya.

Flor Holvoet, pelanggan lain, memilih untuk membeli langsung di biara. Dia mengemudi dua jam untuk sampai ke biara.

"Bagi saya itu sangat penting karena sebenarnya itu adalah kesempatan pertama untuk melakukan perjalanan nyata lagi, punya alasan untuk keluar lagi," katanya.

Biara telah memproduksi bir Westvleteren sejak 1839 dan menjual kepada publik sejak 1878. Tetapi, produksi dan penjualan dibatasi untuk memastikan pembuatan bir tidak mengganggu kehidupan monastik atau mendapatkan lebih dari yang dibutuhkan.

Para biarawan memilih untuk menjual hanya di gerbang biara sejak Perang Dunia II, tetapi bir tersebut memang memiliki pasar tersendiri. Bahkan, Westvleteren XII memuji bir dari biara itu sebagai salah satu bir terbaik dunia.

Para biarawan menerapkan sistem reservasi telepon pada 2005, menggantikannya dengan pemesanan internet tahun lalu, meskipun pelanggan masih bisa duduk berjam-jam dalam antrian virtual sebelum dapat memesan.




Simak Video "Jepang Minta Penyelidikan Tambahan soal Asal Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA