Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 17 Mei 2020 14:50 WIB

TRAVEL NEWS

Thailand Godok Asuransi Pandemi untuk Turis Asing

Femi Diah
detikTravel
Wisata anggur di Khao Yai, Thailand
Foto: Pasti/detikTravel
Bangkok -

Turis asing ke Thailand bakal dikenakan biaya ekstra sekitar Rp 138 ribu usai pandemi virus Corona. Biaya itu sebagai pajak orang asing dengan salah satu komponennya adalah asuransi pandemi.

Menteri olahraga dan pariwisata Thailand, Phipat Ratchakitprakarn, menyebut rencana tersebut telah disampaikan kepada kabinet tahun lalu, namun ternyata Corona datang. Akibatnya, pariwisata di negeri gajah Putih lesu darah.

Phipat optimistis saat ini menjadi waktu yang tepat untuk menerapkan rencana itu. Sebelum diterapkan pemerintah Thailand bakal menjalani serangkaian prosedur, dari studi kelayakan dan proposal. Paling cepat, rencana itu diterapkan akhir tahun.

Rencananya sih, biaya 300 bath atau setara dengan Rp 138 ribu itu ditambahkan ke dalam harga tiket pesawat. Nantinya, pemerintah tinggal mengumpulkannya dari maskapai. Hingga saat ini belum dibahas pajak serupa untuk turis asing yang masuk dari laut dan darat.

"Pandemi telah berdampak signifikan kepada kepercayaan pariwisata. Sementara itu, dana pariwisata harus disisihkan untuk anggaran lembaga negara selama dampak pandemi berimbas kepada wisatawan," kata Phipat seperti dikutip Bangkok Post.

Untuk melakukan studi kelayakan usulan itu, Kementerian Pariwisata dan Olahraga bakal menggandeng Universitas Naresuan. Salah satu aspek yang bakal diuji adalah "beban pajak yang masuk akal bagi pelancong". Kementerian memperkirakan pajak itu tidak boleh melebihi 300 baht per orang. Kemungkinan besar, pajak itu berkisar antara 100-200 baht.

Mengomentari retribusi baru yang diusulkan, Gubernur TAT Yuthasak Supasorn mengatakan langkah-langkah kementerian adalah bagian dari rencana pengembangan pariwisata jangka panjang.

"Selama Thailand memiliki rencana yang jelas tentang bagaimana menggunakan dana secara efektif dan bermanfaat bagi wisatawan internasional, itu seharusnya tidak menciptakan hambatan," kata Yuthasak.

Pada tahap ini, ketika penerbangan internasional dapat dimulai kembali, kondisi yang diberlakukan pada pelancong dan maskapai mana yang akan beroperasi ke Thailand di masa depan, semuanya mengudara.





Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA