Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Mei 2020 04:03 WIB

TRAVEL NEWS

'Seharusnya Pandemi Corona Menyatukan NKRI'

Femi Diah
detikTravel
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi virus Corona menghantam siapa saja tanpa mengenal negara, ras atau agama. Penulis perjalanan Agustinus Wobowo menyebut seharusnya situasi ini menjadi momen persatuan NKRI, bukan memecah belah.

Wabah virus Corona telah melumpuhkan berbagai sektor di dunia, termasuk Indonesia. Tak sedikit industri yang berhenti total sehingga ribuan karyawan harus cuti tanpa bayaran ataupun kehilangan pekerjaan. Penerbangan dan pariwisata boleh dibilang mati suri.

Pemilik usaha pun tak berkutik. Sementara itu, tenaga medis dan mereka yang bekerja di rumah sakit harus mengeluarkan tenaga ekstra.

Jika awalnya disebut sebagai virusnya orang Asia, tapi COVID-19 telah melampaui batas negara hingga ke Eropa, Amerika, hingga Afrika.

"Pandemi ini sifatnya universal, tidak peduli dari negara apa, ras apa, agamanya apa. Sebelum pandemi ini menjadi universal ada yang mengolok-olok, negara A suka makan yang aneh-aneh makanya muncul virus ini atau virus ini merupakan azab. Tapi, kemudian ketika ini menjadi universal kita sama di depan penyakit ini. Kita sama-sama rapuhnya di depan penyakit ini," kata Agustinus dalam IG Live bersama bukgpu, tengah pekan ini.

Penulis Agustinus Wibowo di Beijing International Book Fair (BIBF) 2016.Penulis Agustinus Wibowo mengingatkan agar pandemi virus corona ini menjadi momen persatuan NKRI. (Tia Agnes/detikTravel)


"Ketika menyadari kerapuhan ini seharusnya kita bekerja sama dan menunjukkan solidaritas karena kita berbagi masa depan yang sama, berbagi nasib yang sama. Seharusnya bangkit kebangsaan kita dalam menghadapi pandemi ini," ujar penulis perjalanan yang sudah menjelajah banyak negara itu.

Apalagi, lanjut Agustinus, Indonesia belum pulih benar dari munculnya polarisasi dua kelompok akibat kepentingan politik. Ujaran kebencian amat masif sejak Pilakada DKi Jakarta pada 2017 dan Pilpres pada 2019.

Periode inilah yang paling bagi pemerintah dan warga untuk bersatu melawan COVID-19.

"Harapan saya degan pandemi ini menjadi satu momen untuk merajut persatuan. Dibutuhkan solidaritas pemerintah secara internal, pemerintah dengan rakyat, dan sesama rakyat," kata Agustinus.

"Di dalam pemerintah kepentingan bangsa adalah yang utama, jangan sampai mengambil kebijakan ada faktor lain yang didulukan. Jika perlu kita gunakan narasi perang. Ya, ini perang yang harus dimenangkan bersama. Ketika menggunakan narasi perang individualisme ditekan dan demi kebaikan orang lain," dia menjelaskan.

"Rakyat menyadari, patuh terhadap imbauan, yang belum menjadi hukum, kita harus sadar demi kepentingan sendiri agar tidak tertular namun berpikir bagaimana caranya agar angka penularan di negara ini tidak tinggi," kata Agustinus.

"Solidaritas ini kita kuatkan. Solidaritas ini dibangun dengan semangat,"Bisa kok kita menang atas COVID-19 ini". Jangan mengunggulkan kepentingan sendiri karena kita akan berjalan di tempat saja," dia menegaskan.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA