Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 24 Mei 2020 17:37 WIB

TRAVEL NEWS

Turki yang Tak Bisa Hidup Tanpa Turis

Bonauli
detikTravel
balon cappadocia
Wisata Cappadocia (Anatolian Balloons Cappadocia)
Ankara -

Sejak Corona mewabah, Turki bekerja keras untuk melakukan pencegahan. Sudah semakin membaik, kini jurus andalan Turki adalah Pariwisata Sehat.

Hal ini sebelumnya sudah diumumkan oleh Menteri Budaya dan Pariwisata, Mehmet Ersoy. Turki akan membuat zona-zona aman dari Corona dengan sertifikasi ketat.

Pandemi Corona sudah memberikan kerugian USD 35 miliar bagi pariwisata Turki. Program ini diyakini akan berhasil dalam menggenjot pariwisata Turki yang merosot tajam.

"Semakin transparan dan terperinci informasi yang kami berikan, akan memberikan kepercayaan penuh dari wisatawan," ujarnya.

Pemerintah Turki  memperbolehkan anak-anak di bawah usia 14 tahun untuk keluar rumah. Ini menjadi momen pertama anak-anak boleh keluar setelah 40 hari di rumah.Foto: AP Photo/Burhan Ozbilici



Program sertifikat sehat ini bertujuan untuk meyakinkan para turis bahwa tempat-tempat wisatanya aman dari virus Corona. Pemerikasaan ketat pun akan dilakukan oleh maskapai penerbangan, transportasi lokal dan hotel.

Tak cuma program sertifikat sehat, Turki juga sedang melobi 70 negara yang jadi sasaran. Turki meyakinkan mereka bahwa negaranya menjadi tujuan wisata yang aman.

Sertifikat ini akan menetapkan kriteria baru dalam kesehatan dan kebersihan di berbagai tempat di Turki. Informasi mengenai ini juga akan dibagikan kepada operatur tur sehingga memudahkan mereka dalam mengakses informasi terbaru.

Saat ini Turki sedang membangun pusat pengujian COVID-19 di bandara. Para penumpang diharuskan untuk memakai masker dan melakukan pengecekan suhu badan.

"Para wisatawan yang datang tanpa diuji akan diuji ulang dalam 72 jam terakhir,"jelasnya.

Meski begitu langkah ini dikatakan sebagai proses yang lambat. Juli ini hanya 50 persen hotel yang boleh dibuka.



Turki diperkirakan akan kehilangan pendapatan 60-70 persen. Pasar domestik pun hilang sampai setengahnya.

Bisa dibilang, Turki hidup dari wisatawan asing. Biar sudah mengggenjot wisatawan domestik, Turki tetap akan rugi tanpa turis asing.

"Tanpa turis asing, tak ada gunanya membuka pariwisata," ujar Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Turki, Firuz Baglikaya.



Simak Video "Badai Pasir Hantam Turki, 6 Orang Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA