Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 29 Mei 2020 16:48 WIB

TRAVEL NEWS

New Normal PT KAI yang Harus Diketahui Penumpang

Syanti Mustika
detikTravel
new normal KAI
PT KAI menerapkan new normal saat pandemi virus Corona. (dok PT KAI)
Jakarta -

PT KAI sudah menyiapkan pedoman new normal atau kenormalan baru dalam pelayanan kepada pelanggan di tengah pandemi virus Corona. Itu sebagai bentuk adaptasi penerapan protokol kesehatan.

Merujuk Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, PT KAI mau tak mau harus menerapkan pedoman new normal.

Pedoman tersebut akan diaplikasikan ketika Kereta Api Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi. KAI memang tetap mengoperasikan armadanya namun khusus untuk kereta api luar biasa yang ebrlaku sejak 12 Mei hingga 31 Mei.

Untuk kembali menjalankan Kereta Api Jarak Jauh Reguler, KAI menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan. Selain itu, memperhatikan perkembangan penerapan PSBB di berbagai daerah.

"Pedoman itu dibuat untuk melindungi pegawai dan pelanggan kami dari kemungkinan terpapar Covid-19 pada masa new normal," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam rilis kepada detikTravel pada Jumat (29/5/2020).

Foto: (dok PT KAI)


Pada pedoman new normal ini disebutkan nantinya pemesanan tiket hanya dapat dilakukan secara online, yaitu lewat Aplikasi KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya. Adapun, loket di stasiun hanya difungsikan untuk pembelian go show (tiga jam sebelum jadwal Keberangkatan).

Selain itu, masyarakat wajib memakai masker saat memasuki area stasiun. PT KAI juga akan mengecek suhu badan mereka yang datang ke stasiun, patokannya di bawah 37,3 derajat Celsius untuk bisa melanjutkan perjalanan dengan kereta api.

Pada proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang kepada petugas boarding. Jika sudah diperiksa, maka penumpang melakukan scan tiket secara mandiri.

"Langkah ini untuk meminimalisasi kontak fisik antara penumpang dan petugas," ujar Joni.

Selama perjalanan, selain menggunakan masker, penumpang juga diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI. Face Shield tersebut wajib digunakan penumpang hingga keluar dari area stasiun kedatangan.

Foto: (dok PT KAI)

Untuk memastikan kesehatan penumpang, petugas akan mengukur suhu badan penumpang di atas kereta tiap tiga jam sekali. Jika ada penumpang yang kedapatan bersuhu badan 37,3 derajat Celsius atau lebih dan mengalami gejala COVID-19 maka penumpang tersebut akan dipindah ke ruang isolasi yang ada di kereta.

"Bila kondisi penumpang perlu penanganan segera, kami akan menghubungi dokter atau petugas kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan," ujar Joni.

Untuk menjamin kebersihan selama perjalanan, petugas rutin membersihkan objek-objek yang sering terpegang tangan setiap 30 menit sekali secara bergantian. Objek seperti pegangan pintu, pengunci pintu, keran air, tombol flush toilet, sandaran tangan, meja lipat, dan lainnya dibersihkan menggunakan pembersih yang mengandung disinfektan.

Joni mengatakan, dalam melayani pelanggan pada New Normal, petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield. Petugas tersebut antara lain petugas loket, customer service, petugas boarding, kondektur, Polsuska, pramugari kereta, dan petugas kebersihan di atas kereta.

"Petugas juga kami lengkapi APD agar memberikan rasa aman kepada para pelanggan yang dilayani oleh petugas kami," jelas Joni.

Foto: (dok PT KAI)


Di samping itu, KAI juga tetap membersihkan kereta dan fasilitas stasiun secara intensif menggunakan bahan pembersih yang mengandung disinfektan. Fasilitas higienitas berupa wastafel pertabel dan hand sanitizer juga disediakan di titik-titik yang mudah dijangkau oleh penumpang.

"Kami mengimbau kepada para penumpang untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, melakukan cuci tangan, membawa hand sanitizer pribadi, menjaga kesehatan, melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat, serta tidak ragu melapor kepada petugas jika tiba-tiba merasa tidak sehat," kata Joni.

Foto: (dok PT KAI)


Selain angkutan penumpang, KAI juga menerapkan pedoman New Normal untuk angkutan barang seperti physical distancing di loket pelayanan barang, penyediaan wastafel portabel dan hand sanitizer, menjaga kebersihan fasilitas angkutan barang, memeriksa barang-barang yang akan diangkut secara mendetail, serta mewaspadai setiap kiriman hewan dan atau kiriman lain yang berpotensi membahayakan kesehatan.

"KAI sebagai BUMN, memiliki peran yang signifikan dalam mobilitas masyarakat melalui layanan angkutan penumpang dan angkutan barang. Melalui pedoman ini, kami mempersiapkan seluruh aspek operasional bisnis perusahaan dalam menghadapi new normal nantinya," ujar Joni.



Simak Video "Senangnya Pedagang di GBK Bisa Jualan Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA