Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Jun 2020 22:06 WIB

TRAVEL NEWS

Nusa Dua Bali Jadi Proyek Percontohan New Normal Pariwisata

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Kangen birunya laut atau sejuknya pegunungan? Pantai Kubu Beach bisa masuk daftar yang harus dikunjungi setelah badai Corona ini berlalu. Lihat dulu yuk foto-fotonya.
Nusa Dua Bali Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menyiapkan protokol tatanan kenormalan baru di sektor pariwisata dengan program Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang melibatkan industri.

Untuk Pulau Bali, kawasan Nusa Dua direncanakan akan menjadi pilot project penerapan program CHS. Kawasan Nusa Dua dipilih karena lokasinya yang strategis dan merupakan area eksklusif sehingga dapat dengan mudah dilakukan pengawasan.

Di Nusa Dua juga lengkap dengan fasilitas pendukung mulai dari akomodasi, amenitas, bahkan rumah sakit berskala internasional. Nusa Dua juga disebut dekat dengan Bandara Ngurah Rai Bali.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Nia Niscaya mengatakan, sejak awal pemerintah berkomitmen dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak COVID-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Sebelum membuka destinasi kita perlu membangun rasa percaya diri agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Dan di sini langkah-langkahnya," kata Nia Niscaya di situs resmi Kemenparekraf, Jumat (5/6/2020).

Dalam program tersebut Kemenparekraf/Baparekraf membagi dalam dua tahapan yaitu Gaining Confidence dan Appealing.

Gaining Confidence dimulai dari penyiapan protokol CHS yang nantinya akan dikemas melalui video tutorial yang menarik dan buku panduan yang mudah dimengerti bagi pemangku kepentingan pariwisata seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, destinasi wisata, dan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan training, simulasi, publikasi, dan kampanye serta aplikasi penerapan CHS.

Sementara dalam tahapan Appealing, Kemenparekraf/Baparekraf akan menjalankan sejumlah program seperti Mega Famtrip dengan melibatkan key opinion leader (KOL), media serta travel agent and tour operator (TA/TO).

Kemudian juga membuat joint promotion dengan membuat paket tur bersama airlines dan TA/TO. Kemudian juga menyiapkan penyelenggaraan kegiatan MICE dalam skala kecil.

"Namun kami tekankan bahwa pembukaan destinasi bergantung atas keputusan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dan pemerintah daerah. Karena setiap destinasi tentu memiliki situasi dan kondisi yang berbeda," kata Nia Niscaya.



Simak Video "Kuliner Wajib Bali, Bebek Betutu dan Sate Lilit "
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA