Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Jun 2020 17:15 WIB

TRAVEL NEWS

Efek Corona, OYO Kehilangan Konsumen Lebih dari 90%

Syanti Mustika
detikTravel
OYO
Ilustrasi kamar hotel OYO (OYO Hotel)
Jakarta -

Salah satu yang terdampak pandemi Corona adalah sektor hospitality, termasuk OYO. Mereka kehilangan pelanggan hingga 90 persen lebih!

Dalam peluncuran program Sanitized Stay via Zoom, Kamis (11/6/2020) OYO mengungkapkan bahwa mereka kehilangan tamu hingga 90 persen lebih. Karena itu mereka mengubah sistem usaha supaya bisa bertahan di tengah pandemi Corona.

"Kita melakukan adaptasi dan strategi utama kita di tengah pandemi adalah bertahan dengan menerapkan strategi bisnis jangka panjang. Salah satunya melakukan kegiatan solidaritas dengan mitra properti OYO," tutur Eko Bramantyo, Country Head Emerging Business OYO.

Eko pun mengakui bahwa sektor bisnis mengalami penurunan yang sangat signifikan semenjak diserang Covid-19. Mau tidak mau merekapun harus beradaptasi supaya bisa bertahan.

"Dari survei yang ada, sektor kami dari tur dan travel kita mengalami penurunan yang sangat signifikan. Konsumen kita turunnya lumayan hingga 90 persen lebih dari sisi OYO. Dan dari sektor tur travel kurang lebih 14 persen," tambah Eko.



"Sedangkan dari penerbangan kita karena sangat terkait dengan adanya konektifitas melalui penerbangan dan menyebabkan hal yang luar biasa untuk bisnis kami kami karena hal ini mendadak. Hingga ini yang kemudian yang harus kami lakukan secara terus menerus melakukan adaptasi Kunci saat Corona adalah khususnya kami yang hospitality yaitu merubah konsep mode bisnis dari bicara pertumbuhan menjadi pola bertahan," jelas Eko.

Eko juga menambahkan bahwa selama bulan April pencapaian mereka hanya berputar di angka 20 persen. Namun semenjak pemerintah mengumumkan masa new normal, angin segarpun mulai terlihat dalam bisnis mereka.

"Semenjak Maret tekanan ekonomi karena pandemi Corona sangat terasa. Di bulan April, bisnis dan kinerja hotel OYO hanya di angka 20 persen. Namun di bulan Mei dimana pemerintah mulai memberi info terkait new normal terlihatlah adanya grafik kenaikan," kata Eko.

Karena pandemi Corons, OYO merasakan adanya perubahan prilaku traveler yang menginap di hotel mereka.

"Beberapa perubahan terasa semenjak Corona selain dari faktor bisnis ya. Seperti hampir 90 persen pemesanan di OYO banyak jadi sektor online. Juga sekarang terlihat beragamnya tipe-tipe konsumen dan cara mereka stay di tempat kita mengalami perubahan," lanjut Eko.



Simak Video "PPKM Bikin Okupansi Hotel di Kawasan Puncak Lesu"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA