Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Jun 2020 07:51 WIB

TRAVEL NEWS

Menerka Penyebab Penyu Kerap Tertipu Makan Sampah Plastik

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Hawksbill Turtle - Eretmochelys imbricata floats under water. Maldives Indian Ocean coral reef.
Ilustrasi penyu (Foto: Getty Images/iStockphoto/cookelma)
Jakarta -

Studi terbaru menyebut bahwa penyu yang kelaparan akan menganggap plastik yang mengambang seperti makanannya. Kenapa?

Kasus penyu mati karena makan plastik selalu membetot perhatian warga dunia. Tapi, selama ini peristiwa itu dikaitkan dengan teori yang menyebut bahwa penyu mungkin secara tidak sengaja terjerat dalam jaring plastik.

Pertama, bisa jadi karena penyu penasaran dengan benda yang mengapung di laut. Kedua, penyu mengira kantong plastik sebagai ubur-ubur sehingga memakannya.

Teori itu dibantah oleh dugaan sementara dari hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology dan dikutip CNN. Dalam laporan itu disebutkan penyu memakan sampah plastik bukan karena ketidaksengajaan belaka.

Para ilmuwan menduga plastik sampah yang mengambang di perairan itu berbau seperti makanan enak karena dipenuhi bakteri dan ganggang. Makanya, penyu-penyu itu menyantap plastik itu tanpa tahu bakal berujung petaka.

Dalam jurnal itu disebutkan para ilmuwan memberi penyu berbagai aroma yang berbeda. Penyu-penyu itu bereaksi terhadap aroma yang hampir identik dengan aroma makanan mereka. Termasuk, saat penyu-penyu itu diberi aroma kantong plastik yang telah direndam dalam air.

Penyu itu akan mengeluarkan hidungnya dari dalam air sebanyak tiga kali lebih lama untuk mencium bau kantong plastik dibandingkan bau-bauan laun yang disodorkan oleh ilmuwan tadi.

Kejadian tersebut dijelaskan oleh Matthew Savoca, seorang peneliti pascadoktoral di Stasiun Kelautan Hopkins, Universitas Stanford. Dia juga berperan sebagai salah satu notulen penelitian itu.

Penyu sedang ditelitiPenyu sedang diteliti Foto: CNN

Nick Mallos, direktur senior program Ocean Conservancy's Trash Free Seas, mengatakan penelitian itu dilakukan karena cukup banyak kasus penyu makan plastik dan itu menjadi indikasi yang mengkhawatirkan. Setelah dilakukan penelitian itu dia pun makin yakin dengan teorinya bahwa permasalahan penyu memakan plastik itu lebih kompleks daripada kesalahan sederhana yang dibuat oleh makhluk hidup laut yang penasaran terhadap suatu benda.

"Saya sudah berkali-kali mendengar bahwa hewan hanya memakan plastik karena mereka tidak tahu apa-apa. Apa yang ditunjukkan oleh penelitian jenis ini adalah adanya mekanisme evolusi yang benar-benar kompleks yang mengatur bagaimana seekor hewan menemukan makanannya," kata Matthew.

Dia berteori bahwa kura-kura telah berevolusi untuk mengejar aroma tertentu yang memberi sinyal makanan. Secara naluri ia bergerak ke arah bau ganggang dan bakteri ketika mereka bergerombol menempel pada plastik yang mengambang di lautan.

Penyu harus berjuang mencari makan untuk bertahan hidup, oleh karena itu mereka menjadi hiper-spesialis. Masalah ini mungkin berkaitan dengan hewan laut lainnya.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa burung laut dan beberapa spesies ikan mungkin juga tertipu oleh naluri mereka dan malah memakan plastik, kata Matthew.

Meski demikian, Nick mengatakan bahwa kebiasaan penyu memakan plastik sangat memprihatinkan karena ketujuh spesies penyu terancam punah. Mereka terancam oleh 8 juta ton plastik yang memasuki perairan lautan setiap tahun.

Karena memakan plastik, perlahan mereka mati kelaparan. Kata Nick masih ada solusi yang sangat sederhana untuk mengatasi masalah ini yakni mengurangi konsumsi plastik dan mulai mendaur ulang atau menggunakan produknya.



Simak Video "Pelepasan Penyu ke Laut Bebas, Kuta"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA