Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 16 Jun 2020 05:47 WIB

TRAVEL NEWS

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Segera Dibuka

Femi Diah
detikTravel
Gunung Rinjani
Jlaur pendakian Gunung Rinjani bakal segera buka. (Dok. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani)
Jakarta -

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) segera membuka jalur pendakian Gunung Rinjani, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Taman Nasional Gunung Rinjani ditutup sejak 16 Maret untuk memutus rantai penularan virus Corona. Penutupan itu termasuk jalur pendakiannya.

Kini, BTNGR tengah bersiap untuk membuka lagi jalur pendakian Gunung Rinjani.

"Kami sudah melakukan berbagai persiapan sebelum pembukaan jalur pendakian, namun tetap menunggu arahan dari kementerian," kata Kepala BTNGR, Dedy Asriady, di Mataram, Selasa (16/6) seperti dikutip Antara.

Dedy bilang persiapan itu dilakukan dengan perbaikan enam jalur wisata pendakian, yakni Sembalun, Timbanuh, Torean, dan Propok, di Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, di Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan jalur pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

Proses perbaikan seluruh jalur pendakian tersebut sudah selesai sejak akhir Maret 2020. Demikian juga dengan destinasi wisata nonpendakian, seperti air terjun Otak Kokoq, air terjun Jeruk Manis, Sebau, dan lainnya sudah siap.

Dedy juga akan membahas finalisasi standar operasional prosedur (SOP) pendakian dan nonpendakian bersama para pihak terkait pada akhir Juni 2020.

BTNGR juga terus berkoordinasi terkait persiapan pembukaan jalur pendakian dengan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara, serta tim gugus COVID-19 di daerah.

"Jika semua sudah final, kami akan laporkan ke KLHK untuk mendapatkan izin pembukaan jalur pendakian," katanya.

BTNGR menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani dan seluruh destinasi wisata non-pendakian yang berada di dalam kawasan taman nasional sejak 16 Maret 2020.

Penutupan tersebut berdasarkan surat edaran KLHK, dan keputusan bersama Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Tengah, dan Lombok Utara, setelah melihat dampak makin meluasnya penyebaran COVID-19 yang sudah menjadi bencana non-alam secara nasional.



Simak Video "Teriakan Gembala Pemanggil Sapi Desa Sembalun Rinjani Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA