Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Jun 2020 06:45 WIB

TRAVEL NEWS

Wajah Baru Stasiun Kereta Api di Jakarta, Rapi dan Ciamik!

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Wajah Baru Stasiun Kereta Api
Foto: Wajah Baru Stasiun Kereta di Jakarta (dok. PT KAI)
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Pemprov DKI dan PT Mass Rapid Transit Jakarta (Perseroda) berkolaborasi menata kawasan stasiun kereta api di DKI Jakarta. Ini hasilnya!

Pada penataan tahap pertama, terdapat empat stasiun yang ditata yaitu Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Pasar Senen, dan Juanda. Adapun pelaksanaannya dimulai sejak penandatanganan perjanjian kerja sama pada 10 Januari 2020.

"Penataan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna kereta api saat akan menuju dan tiba di stasiun. Karena setelah ditata, akses menuju stasiun lebih teratur dan dilengkapi integrasi antarmoda yang baik," ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangannya kepada detikTravel, Kamis (18/6/2020).


PT KAI pun mendukung penuh proyek penataan stasiun ini sejak pertama kali dicanangkan, karena akan meningkatkan pelayanan kepada para penumpang kereta api dan memberikan nilai tambah bagi kawasan stasiun yang dikelola oleh KAI.

Didiek menjelaskan sebelum pandemi Covid-19, rata-rata volume penumpang di Stasiun Tanah Abang adalah 40 ribu penumpang per hari, Sudirman 25 ribu penumpang per hari, Pasar Senen 15 ribu penumpang per hari, dan Stasiun Juanda 14 ribu penumpang per hari.

"Kami yakin, adanya integrasi antarmoda yang terkoneksi dengan baik, akan meningkatkan volume penumpang di tiap stasiun. Sehingga makin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraaan pribadi ke moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau," Didiek menambahkan.

Wajah Baru Stasiun Kereta ApiWajah Baru Stasiun Kereta Api Foto: dok. PT KAI


Melalui penataan stasiun, kini tersedia akses bagi pejalan kaki yang nyaman untuk menuju ke stasiun. Seperti adanya plaza, jalur pedestrian yang lebar, dan dilengkapi kanopi.

Kemudian, layanan transportasi lanjutan seperti bus, angkot, bajaj, dan ojek juga sudah disiapkan areanya masing-masing dengan teratur. Penumpang yang baru turun dari kereta api di stasiun juga tidak akan kebingungan untuk mencari lokasinya, karena sudah tersedia rambu pengarah di dalam dan luar stasiun yang cukup jelas.

"Dengan adanya penataan ini aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang semakin meningkat," kata Didiek.


Sebelum adanya penataan stasiun, kondisi lalu lintas di kawasan sekitar stasiun kerap mengalami kemacetan akibat tidak teraturnya moda lanjutan di masing-masing stasiun. Hal ini diperparah dengan kehadiran pedagang kaki lima yang kurang tertata di sekitar area stasiun.

"Penataan juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan para pelaku usaha di sekitar stasiun, karena hadirnya kawasan stasiun yang lebih indah dan tertata," ujar Didiek.

Stasiun terpadu ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan swasta. Peresmian Stasiun Terpadu Tahap I dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan wakilnya Kartika Wirjoatmodjo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Stasiun Tanah Abang, Rabu (17/6).



Simak Video "PT KAI Minta Anies Baswedan Longgarkan Syarat SIKM"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA