Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Jun 2020 06:30 WIB

TRAVEL NEWS

Restoran dan Kafe di Paris Dibuka Lagi Setelah Tutup 3 Bulan

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Kafe dan restoran di Paris, Prancis kembali buka (AFP Photo)
Foto: Kafe dan restoran di Paris, Prancis kembali buka (AFP Photo)
Paris -

Paris kembali membuka restoran dan kafe setelah tiga bulan ditutup karena virus Corona. Kini para pemilik tempat makanan dapat bernafas lega.

Dikutip dari AFP, Presiden Prancis Emmanuel Macron memutuskan untuk kembali membuka kafe dan restoran di Paris. Artinya, kafe dan restoran bisa menjamu tamu di dalam dan luar kafe dan restoran itu.

Ya, sejak 11 Mei 2020, Paris memang telah mengizinkan kafe dan restoran buka. Tapi, untuk memutus rantai penularan COVID-19, kafe dan restoran itu hanya melayani pelanggan di meja outdoor. Selain itu, pelanggan harus menjaga jarak satu meter antar pengunjung.

Keputusan untuk membuka kafe dan restoran di Paris secara penuh itu dibuat lebih cepat dari perkiraan.

Macron mengumumkan keputusan itu dengan menimbang angka kasus virus Corona yang menurun. Ya, pada Minggu (14/6) malam lalu, Macron menyebut kasus Corona di Paris menunjukkan angka terendah sejak Maret 2020, yaitu berjumlah sembilan orang.

"Sebagian besar epidemi telah berada di belakang kita," kata Menteri Kesehatan Prancis, Oliver Veran.



Kendati telah membuka kafe dan restoran, dia mengingatkan bahwa langkah itu bukan berarti menjadikan warga berhenti dalam memerangi virus.

Pemilik kafe dan restoran menyambut gembira keputusan pemerintah itu.

"Ini akan menjadi pesta," kata pemilik restoran Paris, Stephane Manifold, yang menyambut kebijakan ini dengan bersemangat.

"Kamu sedang menunggu pidato presiden. Tim kami siap dan mereka ingin kembali bekerja," katanya.

Kepala Asosiasi GNI Pemilik Hotel dan Restoran Independen, Didier Chenet, memperkirakan aturan jarak sosial memangkas kapasitas pengunjung setidaknya setengah dari situasi normal.

"Untuk akhirnya bisa kembali bekerja di seluruh Prancis memang membuat napas lega" kata Didier.

Pembukaan kafe dan restoran itu menunggu kedatangan turis-turis asing yang diakui atau tidak menjadi unsur utama keberhasilan restoran di Paris. Diperkirakan pulihnya kedatangan turis membutuhkan waktu yang tak sebentar. Bahkan, ketika Uni Eropa telah membuka perbatasan mereka.

Manigold mengatakan restoran akan membutuhkan waktu untuk kembali pulih dan mendapatkan kembali karyawan mereka. Prancis telah membayar sebagian besar gaji para karyawan sejak lockdown untuk menghindari PHK.



Simak Video "Kasus Positif Corona di Jerman Tembus 1 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA