Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Jun 2020 07:05 WIB

TRAVEL NEWS

Gegara Lockdown, Pria Wafat Sebelum Antarkan Putrinya ke Pelaminan

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Pasien kanker jadi body builder
Foto: Ilustrasi (dok. istimewa)
Sydney -

Pria dari Australia meninggal dunia tanpa sempat mengantarkan putrinya ke pelaminan. Sang putri batal menikah karena calon suaminya dilarang masuk Australia.

Kebijakan lockdown yang diterapkan Australia menyisakan cerita sedih tentang seorang ayah yang tidak bisa mengantarkan sang putri tercinta menuju ke pelaminan untuk yang terakhir kalinya.

Robert Brooks (78), warga New South Wales (NSW) memiliki keinginan terakhir sebelum dirinya wafat yaitu mengantarkan sang putri, Dee Brooks berjalan ke depan altar pernikahan. Namun sebelum sempat keinginan itu terwujud, Robert sudah keburu dipanggil sang Maha Kuasa pada 9 April lalu karena kanker kantong empedu.


Dikumpulkan detikTravel dari beberapa sumber, pernikahan sang putri yang sudah di depan mata terpaksa dibatalkan karena sang calon suami yang bernama Billie Penerata dilarang masuk ke Australia.

Billie memang warga Selandia Baru yang tinggal di Auckland. Billie dilarang masuk ke gegara kebijakan lockdown yang ditetapkan oleh pemerintah Aussie beberapa waktu lalu.

Padahal sudah berkali-kali Billie melamar untuk izin masuk khusus ke Australia dengan alasan kesehatan calon mertuanya, namun kata pihak Departemen Dalam Negeri Australia, Billie tidak memenuhi kriteria yang diizinkan masuk dengan izin khusus tersebut.


Bille dan Dee diketahui sudah 2 tahun berpacaran. Rencananya mereka akan menikah di tahun 2021. Namun karena kondisi kesehatan ayah Dee yang memburuk, rencana pernikahan itu dipercepat jadi tahun ini.

Di bulan Maret kemarin, Robert sudah menerima vonis dari dokter bahwa hidupnya hanya tersisa beberapa minggu saja. Dee dan Billie pun ingin mewujudkan keinginan terakhir Robert, namun wabah Corona dan kebijakan lockdown membuyarkan itu semua. Robert ternyata sudah terlebih dulu dipanggil Tuhan.

Meski Robert sudah dinyatakan meninggal, keinginan Billie untuk datang ke pemakamannya juga terganjal izin masuk. Pihak Departemen Dalam Negeri Australia lagi-lagi menolak izin masuk Billie.

Billie pun merasa stress dan merasa kebijakan itu tidak adil. Di saat yang sama, Australia memberikan izin masuk kepada tim Warriors untuk bermain di liga NRL.


Pihak Departemen Dalam Negeri Australia pun bersuara atas kasus tersebut. Mereka menjelaskan bahwa kebijakan menyetujui dan menolak izin masuk individu harus dilihat kasus per kasus dan harus seimbang dengan niat pemerintah Australia untuk menegakkan aturan larangan berpergian yang sudah ditetapkan.

"Keputusan untuk mengabulkan izin masuk dibuat berdasar kasus per kasus dan harus seimbang dengan keinginan pemerintah Australia. Keputusan ini tidak diambil dengan mudah, tapi prioritas pemerintah adalah untuk melindungi warga Australia dari pandemi COVID-19," demikian bunyi pernyataan tersebut.



Simak Video "Sosok PM Selandia Baru dari Partai Buruh yang Menang Pemilu Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA